JAHAT BUKAN?

JAHAT BUKAN?

Bukan basa-basi kalau Ketua Suka Duka Hindu Dharma, I Made Sudarta mengatakan dari 10 Gubernur DKI cuma Anies yang paling peduli umat Hindu. 

Salah satu kepedulian Anies adalah menyiapkan mesin kremasi untuk umat Hindu di Jakarta. 

Itu memang baru salah satu. Cuma alat kremasi saja sudah dibilang sangat peduli. Maknanya, gubernur-gubernur sebelumnya ngapain saja?

Seperti halnya Presiden, Gubernur adalah jabatan politik. Jabatan yang bisa didapat dengan menabung dan memupuk sekumpulan calon pemilih. Umat Hindu di Jakarta boleh dibilang minoritas dari minoritas. Budha juga minoritas tapi secara ekonomi mereka cukup kuat hingga tidak heran kalau pejabat banyak yang merapat. Apa untungnya Anies baik-baikin umat Hindu di Jakata? Tentu saja jauh dari niat menabung calon pemilih jika nanti dia jadi capres. Itu semata ketulusan Anies sebagai gubernur semua umat beragama.  Itulah juga barangkali alasan kenapa gubernur-gubernur sebelumnya nggak begitu peduli pada umat Hindu di Jakarta.

Niluh Djelantik ngambek sama Nasdem gegara Nasdem capreskan Anies. Bisa dipahami, Niluh kan sudah punya pilihan capres lain yang belum lama ini datang ke Bali yang bikin Niluh bisa ketawa lepas setelah sebelumnya matanya sembab karena menangis menahan amarah pada Nasdem.

Itu mah urusan Niluh dengan Nasdem. Tapi jahatnya Niluh menyeret perseteruan dengan mantan parpolnya itu ke ranah agama. Niluh secara langsung menuduh pernah ada pendukung Anies yang mengancam umat Hindu dengan ancaman memulangkan semua orang Bali, menyerang Bali, berteriak akan hancurkan ratakan kuil umat Hindu dengan tanah!

Pendukung Anies yang mana? Kapan itu ducapkan? Bagaimana persisnya ucapan itu? Barangkali yang dimaksud adalah penggalan vidio IB HRS tahun 2014, Anies waktu itu masih jadi timses Jokowi. Entah kenapa IB HRS marah banget pada Pemda Bali. Pasti waktu itu ada pemicunya. Lihat faktanya saja. Selama ini umat Hindu di Jakarta aman-aman saja. 

Kalau soal menghina leluhur Niluh barangkali yang dimaksud adalah sesembahan atau sesajen umat Hindu. Maka Niluh super baper dan lompat pagar. Ajaran Islam melarang menyembah patung dan sesajenan. Itu namanya musyrik, dosa yang sangat besar tak berampun. Apa salahnya umat Islam mengajarkan ajaran Islam pada pemeluknya? Pada setiap idul qurban umat Islam memotong sapi apakah harus diartikan menghina umat Hindu India yang menyucikan sapi? Mengharamkan memakan daging babi apakah harus diartikan menghina umat Hindu yang gemar memakan daging babi?

Kalau Niluh mau mengatakan, umat Hindu jangan pilih Anies! Bukankah itu sudah memainkan politik identitas yang setiap menit setiap detik mereka tentang habis-habisan. Apalagi sudah menuduh pendukung Anies akan menghancurkan kuil umat Hindu. Jahat, bukan?

(Oleh: Balyanur)