Rocky Gerung: Makin Kuat Tanda-tanda Anies Pindah ke Merdeka Utara

[PORTAL-ISLAM.ID]  Pengamat politik Rocky Gerung  meyakini bahwa Anies tidak akan pergi dari Jakarta, setelah dia berhenti dari Jabatan Gubernur. Dia cuma akan pindah, itu pun cuma di sekitar Monas, yaitu  Jalan Medan Merdeka Selatan pindah ke Medan Merdeka Utara.

“Tanda-tanda ke  arah sana begitu banyak,” katanya Rocky.

Dia menyatakan hal itu dalam wawancara dengan wartawan senior dari Forum News Network (FNN) Hersubeno Arif , Kamis 29 September siang dalam siaran video podcat yang diunggah di Youtube oleh Rocky Gerung Official beberapa jam lalu.

Video yang durasi sekitar 23 menit itu berjudul Deklarasikan Anies Capres 2024, NasDem Siap Keluar dari Kabinet?  Tersebut sudah ditonton oleh sekitar 48 ribu orang, disukai oleh 2.500 orang dan dikomentar oleh 559 orang. Sebagian besar komentar memuji narasi Rocky Gerung dan mendukung Anies Baswedan sebagai Calon Presiden.

Sebagaimana diketahui, Merdeka Selatan adalah Balai Kota, tempat Gubernur DKI Jakarta berkantor, sedangkan Merdeka Utara adalah tempat lokasi Istana Merdeka, tempat Presiden RI berkantor dan bekerja.

Makin Terlihat

Menurut Rocky, tanda-tanda bersatunya tiga partai, yaitu NasDem, PKS, dan Demokrat untuk mendukung Anies semakin terlihat. Bahkan elite NasDem pun sudah menyatakan, deklarasi pencalonan Anies akan dilakukan pada 10 November. Deklarasi itu bisa bersama calonnya tetapi juga bisa sendiri dan calonnya akan dibicarakan kemudian oleh ketiga partai.

Memang sebaiknya, kata Laki-laki yang mendapat julukan Presdien Akal Sehat itu, deklarasi Anies pertama kali dilakukan oleh NasDem, setelah itu oleh Demokrat. Jangan dideklarasikan oleh PKS terlebh dahulu. PKS cukup menggenapi, “Sebab kalau PKS mendahului maka para cebong yang sinis akan menyatakan bahwa Anies dideklarasikan oleh Kadrun,” kata Rocky yang ketika wawancara berlangsung sedang berada di Tokyo, Jepang. Dia berada di Negeri Sakura itu dalam rangka mendaki gunung Puji, tetapi tidak bisa dilakukan karena gunung itu ditutup.

Diakui oleh Rocky, rencana tanggal 10 November itu juga doniman tawar menawar politik. Masih jelas pertarungan kekuasaan di dalam NasDem tentang deklarasi itu. Bagusnya, semua faksi sepakat bahwa keputusannya di tangan Ketua Umum Surya Paloh.

Sementara itu, pada saat yang sama survei-survei politik menunjukkan Anies unggul dari semua pesaingnya. Partai-partai melihat itu sebagai upaya untuk menaikkan elektabilitasnya. Mengumumkan Anies sebagai Capres tentunya akan menaikkan elektabiltas partai-partai tersebut.

Perkembangan selanjutnya adalah peluang  Ganjar untuk bertarung menggunakan perahu PDI-P nampaknya sangat sulit. Hampir pasti Megawati yang merupakan satu-satunya orang yang menentukan Capres PDI-P cenderung memilih Puan Maharani. Tetapi elektabiltas Puan tidak bergeser dari angka di bawah 3 persen.

Sedangkan Probowo selaku Capres papan atas dinilai pengamat melakukan blunder politik dengan menyatakan bahwa Jokowi lebih hebat dari dia.

“Itu mungkin basa-basi politik, sebagai anak buah menyanjung bosnya. Tetapi, rakyat kan bisa menilai: lah yang lebih baik saja hidup kita sengsara selama ini, apalagi jika yang lebih buruk menjadi Presiden,” kata Rocky tertawa.

Maka jalan Anies untuk pindah ke Merdeka Utara makin lempang, jika kondisi ini bertahan hingga 2024. Demikian Rocky Gerung.(kba)