dr. Tifa: Jangan khawatirkan Presidennya kelak siapa. Siapapun Presidennya, percayalah, akan diberikan kepada rakyat yang pantas

Sahabat semua, 

Saat ini, di masa yang penuh dengan ketidakjelasan ini. 

Sebetulnya ada peluang bagi kita untuk memulai kehidupan dari awal lagi. 

Kita Reborn. Tata kembali kehidupan. 

Evaluasi apa yang sudah dilakukan selama ini. 

Pekerjaan kita. Memulai kembali dengan lebih baik ke depan. 

Perencanaan keluarga yang lebih matang, berdasarkan pengalaman yang sudah dilakukan, dan proyeksi ke depan.

Pendidikan anak-anak. Apakah selama ini arah pendidikan yang kita berikan kepada anak-anak kita sudah benar.

Bagaimana masa depan akan dilalui dengan baik sampai akhir hayat.

Jadi,

(1) Jangan khawatirkan negara ini mau sehancur apa. Yang penting anda tahu keadaan yang ada dan jangan denial. Orang-orang Filistin (Palestina) 

sudah puluhan tahun hidup di dalam negara yang terus-menerus berperang dan remuk redam, tetapi kehidupan jalan terus, kerja, sekolah, aktivitas, dll. 

(2) Jangan khawatirkan Presidennya kelak siapa. Siapapun Presidennya, percayalah, akan diberikan kepada rakyat yang pantas. Kalau Presiden kita Allah kasih yang ngaco artinya rakyatnya juga masih ngaco. Kalau Presiden dikasih Allah yang bagus, artinya rakyatnya juga bagus.

Jadi, ini adalah saatnya kita memantaskan diri. Jadilah rakyat yang baik, yang bener, yang peduli dengan bangsa dan negaranya.

InsyaAllah kita akan diberi Presiden yang selaras dan selayak perilaku kita sebagai Rakyatnya. 

(3) Jangan khawatirkan Perang Dunia III yang sedang terjadi. Ingat kata Rasul saw: "Walau besok mau kiamat, tetap tanamlah pohon ". 

Artinya kita terus lanjutkan hidup, jalankan semua kegiatan dan teruslah berusaha, seakan-akan kita dan dunia ini masih ada hingga 1.000 tahun ke depan.

(4) Sekaranglah saatnya kita memperbaiki kualitas diri, evaluasi cita-cita dan keinginan, dan Reborn. Jadilah manusia yang berbeda, lebih takwa, lebih iman, lebih cerdas, dan lebih berkualitas.

Setuju? Then, please do.

Bismillah.

(dr. Tifauzia Tyassuma)