“Mubahalah terus berjalan!”

Berkaca Pada Derita Kaum Barmak

Oleh: Ustadz Abrar Rifai

Yang menembak polisi, yang ditembak polisi. Kejadian di rumah polisi, yang menangkap juga adalah polisi. 

Korbannya adalah polisi, yang menjadi tersangka juga polisi. Yang menyelidiki dan menyidik polisi. Maka, sekarang heboh antar polisi. 

Entahlah, apa sebenarnya yang terjadi di antara polisi-polisi itu. Yang tahu juga semestinya adalah polisi. 

Disway menulis, bahwa se-Indonesia kena prank Polisi. Tersebab perkembangan kasus kematian Brigadir J yang melibatkan banyak polisi, teramat berbeda dari keterangan awal yang disampaikan oleh Polisi. 

Tapi biarlah itu menjadi urusan polisi. Kita sebaiknya tetap fokus bagaimana esok hari tetap bisa beli terasi. 

Namun, sekarang ramai orang yang mengaitkan kehebohan yang terjadi antara polisi itu dengan kejadian matinya enam orang laskar FPI beberapa waktu yang lalu. 

Semua orang tahu, bahwa yang menewaskan enam orang tersebut adalah polisi. Walau polisi yang telah ditetapkan sebagai tersangka tersebut, akhirnya divonis lepas. Orang mengenalnya sebagai peristiwa KM 50. 

Orang ramai mengaitkan kehebohan kasus antara Polisi yang saya singgung diawal tulisan ini, adalah bagian dari doa-doa para keluarga korban KM 50. Termasuk juga doa-doa para simpatisan FPI. “Mubahalah terus berjalan!” sergah sebagian orang. 

Entahlah. Namun yang pasti, Kanjeng Nabi Muhammad --shallallahu 'alaihi wasallama-- telah mengingatkan kita semua, ”Hati-hati dengan doa orang yang terzhalimi, sebab doa mereka sampai kepada Allah tanpa ada sedikitpun penghalang!” 

Pada riwayat lain disebutkan, bahwa Allah pasti akan mengabulkan doa orang-orang yang dizalimi. Walau mungkin tidak segera. Bisa besok, lusa, bulan depan atau tahun depan. Yang pasti Allah akan mengabulkan! 

Doa orang yang terzhalimi pasti akan dikabulkan Allah, walau yang bersangkutan adalah orang kafir sekalipun! 

Saya tidak akan terlalu jauh, bahwa kalang kabut sesama Polisi hari ini adalah karena mubahalah dan sejenisnya. Tapi, saat enam orang laskar FPI itu dihabisi, tentu mereka melangitkan doa kepada Allah. Mengadu tentang apa yang dialaminya. 

Kaum Barmak (برامكة) adalah klan utama yang menjadi penopang kekuasaan Daulah Abbasiyah sejak awal berdiri. Namun saat Khalifah Harun Ar-Rasyid berkuasa, justru mereka dihabisi. 

Ketika seorang di antara mereka dipenjara, anaknya bertanya, “Duhai Ayah, sebelumnya kita begitu terhormat. Lantas kenapa hari ini kita terjerembab dalam derita semacam ini?” 

Sang ayah menjawab, “Ini adalah akibat doa orang-orang yang kita zalimi, Nak. Sungguh Allah tak pernah mengabaikan permohonan mereka!” 

Para pelaku kezaliman pun akhirnya sadar, akan kebiadaban dan kekejian mereka. Maka, yang terlanjur berbuat keji, segeralah bertaubat. Sebelum sengsara membenamkan kalian! 

(*)