Terima Kasih Ustaz Ebit Lew

Terima Kasih Ustaz Ebit Lew

Oleh: Abrar Rifai

Satu di antara manusia yang saya dapati aura ketulusan padanya, adalah Ustaz Ebit Lew, seorang dermawan dari Malaysia. Tak ada video yang dibaginya, melainkan selalu memaksa air mata untuk buncah.

Di Riau Ustaz Ebit secara khusus berkunjung kepada Usadz Abdul Shomad. Tampak beliau begitu ta'dzim pada UAS, mencium tangan UAS dan melayaninya sewaktu makan, walau UAS sendiri tak berkenan.

Masih di kota yang sama Ustaz Ebit berjumpa dengan anak-anak punk. Seperti biasa, Ustaz Ebit tak canggung, segera berbaur dengan anak-anak yang hidup di jalanan dengan vespa butut itu.

Kemudian Ustaz Ebit mengajak mereka shopping, untuk membelikan pakaian layak beberapa helai. “Saya belanja mereka baju untuk shalat,” tulus Ustaz Ebit di laman FB-nya.

Dari Pekanbaru, Ustaz Ebit bertolak ke Jakarta. Kemarin saya melihat postingan beliau sedang membelikan bensin untuk abang-abang ojek online.

Yang paling membuat mata sebak, ketika Ustaz Ebit menyusuri kolong jembatan dan kawasan-kawasan kumuh di Ibukota Indonesia tersebut.

“Saya datang ke sini, pusing-pusing je, sempena bulan Ramadhan ni,” jelasnya. Tak canggung, Ustaz Ebit menggendong dan menggandeng anak-anak kecil penghuni kolong jembatan tersebut.

Bukan hanya itu, pendakwah yang dermawan itu juga segera mencarikan rumah kontrakan (sewa) untuk seorang ibu dengan dua anak, yang selama ini tinggal di kolong jembatan.

Ustaz Ebit tak berharap apapun dari aksi kemanusiaan yang dilakukannya. Ia tulus. Dengan penuh kelembutan, Ustaz Ebit biasanya hanya mengingatkan orang yang ditolongnya agar bersabar dan jangan melupakan shalat.

Kata yang sering disebutnya berulang-ulang: Allah sayang. Termasuk kepada ibu yang ditolongnya itu, Ustaz Ebit mencoba menenangkan ibu tersebut, “Allah uji semacam ini, karena Allah sayang.”

Ustaz Ebit Lew, warga negara Malaysia beretnik Cina. Satu di antara ustadz yang sering saya ikuti di Facebook. Maka, saya tahu banyak tentang aksi-aksi kemanusiaan yang dilakukannya.

Di Malaysia, Ustaz Ebit melakukan aksinya, tanpa membedakan satu orang dengan orang lainnya. Tak kira Islam, Hindu, Kristen atau agama apapun. Pun, tak kira orang Melayu, Cina, India atau etnik apapun, semuanya beliau santuni.

Memberikan uang ratusan ringgit kepada setiap satu orang, menyewakan rumah bagi mereka yang tidak punya rumah, atau tinggal di tempat tinggal yang tak layak.

Ustaz Ebit Lew melakukan aksinya tak hanya di Malaysia, tapi beliau pergi ke Amerika, Eropa, Palestina, Suria dan negara lainnya. Alhamdulillah, pada Ramadhan tahun ini beliau sampai ke Indonesia.

Saya berharap, senyampang Ustaz Ebit ada di Jakarta, kiranya Gubernur Anies berkenan mengundangnya ke Balai Kota atau ke kediaman pribadinya. Ada banyak inspirasi yang bisa Pak Anis serap dari beliau.

Kepada kawan-kawan yang punya akses kepada Gubernur Anies, tolong harapan saya ini disampaikan. Matur nuwun. 

[VIDEO]