Tere Liye: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Yang Menipu

Mari kita test, seberapa paham netizen itu atas proyesk-proyek besar di Indonesia.

Lihat screenshot berita postingan ini. Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang menghabiskan uang ratusan trilyun, bengkak kemana-mana, dan akhirnya menyusu ke APBN.

Maka pertanyaannya: Apakah kamu tahu jika judul berita ini 'menipu'?

Tahu?
Tidak tahu?

Baik, saya beritahu. Bahwa kereta cepat Jakarta-Bandung itu TIDAK sampai kota Bandung. Melainkan sampai di Padalarang dan atau berhenti di Tegalluar

Dua stasiun ini jelas bukan kota Bandung. Penumpang turun di sana, silahkan pilih mau di stasiun mana, bawa itu semua koper, dll. Pindah ke moda transportasi lain. Jika lanjut naik grab/gocar, butuh 30-45 menit (sampai Kota Bandung), asumsi lancar. Jika weekend, silahkan bayangkan sendiri.

Biar tidak kaget. Nanti gaya banget bilang naik kereta cepat dari Halim Jakarta, berharap langsung tiba di kota Bandung, eh ternyata bukan, mending mulai sekarang edukasi calon penumpangnya.

Agar penumpang bisa memilih dengan akurat, mau naik travel, mau naik kereta argo, mau kereta cepat, mau jalan kaki, bebas! Semua akan pakai perhitungan masing-masing, lihat harga tiket, lama perjalanan, jadwal perjalanan, dekat dengan titik berangkat dan titik tujuan, dll. Bandingkan mana yang lebih menguntungkan, baru beli tiket deh.

Dan pastikan pemerintah tidak suka 'jurus mabuk'. Nanti kasusnya kayak bandara Husein Bandung. Gara-gara Kertajati sepi, eh mereka tutup Bandara Bandungnya. Biar pindah semua ke Kertajati. Kereta cepat ini sepi, eh, nanti mereka tutup itu tol cipularang. Lebay? No my friend. Apapun mungkin saat mereka pakai jurus mabuk.

Catat baik-baik: saat bandara Bandung ditutup sebelum pandemi, jutaan penduduk Bandung terpaksa susah payah ke Kertajati, menghabiskan waktu berjam-jam, uang, dll. Demi suksesnya pencitraan tingkat tinggi. Pandemi datang, mereka terdesak deh. Balik lagi ke Bandung. Bahkan tol jadipun, ke Kertajati itu tetap sangat lama dan jauh dibanding ke bandara Husein, Bandung.

Sungguh, di negeri ini, banyak proyek pembangunan menghabiskan uang trilyunan, tapi malah bikin tambah susah rakyatnya.

(By Tere Liye)

*fb penulis 08-04-2022