LAGI-LAGI KAU BIKIN MALU DEN!

LAGI-LAGI KAU BIKIN MALU DEN!

By Azwar Siregar

Kemarin ketika membaca cuitan si Denny yang menantang Novel Bamukmin, saya sedikit terkejut. Hebat. Ternyata belum hilang sepenuhnya " Darah Siregar" di tubuh anak ini.

Jadi sebelumnya perlu saya sampaikan. Saya bermarga Siregar. Konon Denny juga bermarga Siregar (Tapi maaf, saya mesti menggunakan kata "konon" lebih dulu karena sampai sekarang saya masih meragukan siregar dinama si Denny tambahan nama atau memang marga).

Kalau Siregar yang melekat di nama Si Denny benar marga, walaupun harus menanggung malu, saya akui kami bersaudara.

Karena di kami Batak. Marga itu adalah nama Kakek Moyang kami terdahulu. Seperti saya bermarga Siregar. Berarti saya adalah keturunan Kakek Moyang saya yang bernama Pak Siregar.

Kalau "martarombo" atau memperjelas silsilah, akan ada lanjutannya dengan nomor marganya. Misal Siregar nomor 18, artinya adalah keturunan Pak Siregar ke 18.

Jadinya namanya saudara, sekalipun saudara kita pada posisi yang salah, atau katakanlah jadi Penjahat, tentu ada kategori "diterima", "dipahami", "tidak diterima" dan, "sangat memalukan".

Posisi Denny Siregar sekarang sebagai BuzzeRp memang berada pada kategori "dipahami". Namanya dunia politik. Orang bebas memilih dipihak manapun.

Apalagi si Denny mungkin tidak tahu cari cara makan yang halal. Daripada jadi Copet, patenlah dia jadi Buzzer. Dosanya sama tapi paling tidak aman dari gebukan massa....

(Eh, itu dulu. Kalau sekarang beda. Buktinya ada BuzzeRp yang digebuki massa hampir sekarat)

Masalahnya ada beberapa tindakan Denny Siregar yang berada pada kategori "tidak diterima". Misalnya berkali-kali jadi Provokator.

Atau dulu kejadian memalukan ketika Denny pernah diundang jadi Narasumber di ILC.
Bukannya memperlihatkan kegarangannya ala siregar seperti di Media Sosial, malah jadi bahan tertawaan se Indonesia karena ngomong aja gemetaran.

Kalau mendengar suaranya yang terbata-bata, saya malah tidak heran kalau saat itu Denny Siregar sudah terkencing-kencing di celana. Kalaupun kru TV One tidak menemukan genangan basah dibawah kursinya, kemungkinan dia datang sudah bawa pampers.

Kondisi tersebut bukan saja mempermalukan dirinya sendiri. Tapi juga marga Siregar secara keseluruhan.

Makanya saat itu saya desak Denny Siregar menjual marganya ke OLX dengan murah.

Ternyata episode mempermalukan diri sendiri ala si Denny belum selesai. Kemarin dia mengajak Novel Bamukmin naik ring. Keren.

Walaupun bagi saya dia berada di posisi yang salah, tapi ajakan menyelesaikan masalah di atas ring adalah tanda kejantanan yang membanggakan.

Sayangnya ketika Novel Bamukmin menerima tantangannya, si Denny malah ciut nyali. Hilang marwahnya sebagai laki-laki. Mencari seribu alasan agar tidak terjadi perkelahian.

Kalau kita ditantang orang lain naik ring, kita menolak saja sudah sangat memalukan. Apalagi kalau kita yang duluan menantang, dan tantangan diterima, tapi kemudian malah kehilangan nyali. Sungguh sangat...sangat memalukan.

Vanci aja saya kira masih punya harga diri. Tapi tidak dengan Denny Siregar. Dia sudah tidak layak disebut laki-laki. Selain saran menjual marganya ke OLX, saya juga menyarankan agar Denny lebih baik dikebiri. Jadi kasim.

Berani menantang, tantangan diterima, sekarang malah pura-pura gila....

Dosa apa kami ya Tuhan, punya saudara semarga seperti si Denny yang sama sekali tidak punya harga diri....

(*)