Penaklukan Baitul Maqdis dan Bualan Abu Janda

Khalifah Umar Bin Khatab menerima Kunci Baitul Maqdis pada Tahun 15 Hijriyyah setelah Pengepungan Ketat Baitul Maqdis oleh Pasukan Mujahidin Pimpinan Abu Ubaidah, Yazid bin Abi Sufyan, Muawiyah bin Abi Sufyan dan Khalid bin Walid.

Penduduk Baitul Maqdis meminta perdamaian, dan mensyaratkan Umar datang ke Baitul Maqdis.

Umar bin Khatab datang dan disambut Panglima Perang Mujahidin Abu Ubadiah.

Lalu Umar memprasastikan kebijakannya di Baitul Maqdis.

Umar tanya kepada sahabat Kaab Al-Ahbar dimana Batu tempat berpijak Nabi Muhammad saat Isra' Mi'raj dan sholat di Baitul Maqdis, lalu oleh Kaab ditunjukkan,. 

(Menurut Riwayat saif bin Umar dalam kitab Bidayah Wan Nihayah karya Ibnu Katsir).

15 Hijriyyah hanyalah 4 Tahun setelah Rasulullaah Wafat, Syam dan Baitul Maqdis ditaklukkan hanya 4 Tahun setelah Nabi Wafat.

Jadi bualan abu janda alias permadi aktivis Palsu itu bahwa Masjid al Aqsha baru ada 50 Tahun pasca Nabi wafat atau baru ada abad 7 Masehi setelah dibangun Bani Umayyah, merupakan sebuah tragedi kebodohan atas pembacaan sejarah yang benar-benar mengenaskan. 

Setelah banyak membual, pula dia menuding Alqur'an salah Informasi bahwa Nabi Isra dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha.

Kawan..

Bahkan orang-orang Kafir Quraisy yang paling semangat dan besar hujjahnya untuk menyelisihi Nabi, mereka tidak berani membual bahwa Masjid Aqsha tidak ada dan tidak mengolok Nabi karena itu, mereka hanya tidak percaya bagaimana Muhammad menempuhnya bolak-balik hanya dalam satu malam.

Mereka sudah sering perjalanan dagang ke Syam di musim panas dan tidak pernah menyangsikan Baitul Maqdis.

Payah Permadi mah.. Begonya diborong semua.

(Oleh: Aly Raihan El-Mishry)