PEMERINTAH YANG KALAH

PEMERINTAH YANG KALAH

By Danke Soe Priatna

Ini bukan sekedar tentang harga minyak goreng yang naik, sehingga membuat Ibu Ibu tjantik panik.
Juga bukan hanya soal minyak yang langka dan pengusaha yang berjaya...
Lebih dari itu...
Ini bukti nyata bahwa Negara yang benar benar tidak berdaya dihadapan pengusaha.
Pemerintah yang lemah, kalah dan payah dihadapan mereka yang mengantongi rupiah yang berlimpah.

Rakyat Indonesia itu hebat dan kuat. Pemerintahanya saja yang seperti kena asam urat.
Bagi rakyat,
Soal naik harga itu sudah biasa. Apasih yang nggak naik di jaman rezim jokowi???
Dari mulai pajak, listrik, bpjs, bbm, rokok, sembako, sampai hal hal kecilpun kalau bisa diambil keuntunganya, pasti ditarik dari rakyat.
Dasar para pengambil keputusan yang kualat.

Fenomena yang harus dicermati adalah nurani nurani yang mati.
Pengusaha yang Jumawa.
Penguasa yang tidak berdaya.
Dan Negara yang kalah oleh rupiah...

Ketika rezim Jokowi memberikan / mengeluarkan maklumat bahwa HET minyak garong eh minyak goreng berada dikisaran Rp.14.000/liter...
Triiinggg...!!!
Lenyaplah minyak goreng dari pasaran. Raib bak ditelan sandekala.
Bayangkan ratusan ribu bahkan jutaan ton minyak goreng dari berbagai merk dan perusahaan perusahaan yg berbeda, hilang berjamaah.
Seperti janjian dan kompakan untuk ngumpet barengan.
Tidak ketahuan dimana mereka disimpan, ditimbun atau diumpetin.
Padahal dengan jumlah besar seperti itu, jelas perlu gudang penyimpanan besar dan luas. Pasti mudah terlihat.
Apalagi Intel Intel kita kan kawakan. Menemukan terduga teroris di rumah kontrakan sempit yang kulak kelok masuk gang sempit aja bisa ketahuan. Masa gudang minyak yang segede gambreng gk ketemu....
Emang minyaknya dimasukin ke box mobil esemka gitu jadi sama sama gk kelihatan???
Nggaklah...
Pengusaha saja yang berkuasa mengutak atik aparat aparat yg begitu rajin menjilat dan menjual pangkat demi nominal sesaat.
Nggaklah...
Negara saja yang lemah, yang tidak bisa hadir untuk melindungi rakyatnya.

Begitu HET dicabuuutt...
"Abakadabraa...!!!"
Langsung saja minyak goreng melimpah dimana mana... kembali berjejer manis di etalase.
Harganya fantastis.
Diserahkan ke mekanisme pasar...

Mendag yang Mandeg.
Presiden yang cuma bisa ngeden.
Instruksi dan gigitanya gk didengar pengusaha.
Kapasitasnya sebagai orang No.1 di Indonesia sebatas asal ada.
Fisiknya saja.
Kebijakan-nya???
Cuma tanda tangan tanpa dibaca.

Alangkah mengerikanya orang yang disebut presiden, merasa kaget dengan minyak goreng yang langka dan harganya Mahal. Sementara dia sendiri yang mengarahkan agar HET dicabut.
Jelas itu bukan pola fikir dan tindakan seorang pemimpin.
Itu hanya sekedar mannequin yang didandanin.

Sudah saya bilang tadi, rakyat Indonesia memang kuat dan hebat.
Bayangkan...
Terkadang rakyat harus berhadapan dikeroyok oleh Trias Politika Indonesia.
Berhadapan dengan Legislatif, Eksekutif dan Yudikatif.
Ketiga elemen itu, sekarang tidak berada lagi dibelakang rakyat untuk membantu dan mendukung rakyat.
Tapi berubah menjadi kejam dan bengis terhadap rakyatnya...
Lihat desa Wadas sebagai buktinya....
Tidak ada anggota DPR/MPR yang membela, tidak ada para hakim agung atau para pakar hukum yg melindungi mereka. Yang ada polisi dan aparat yang nangkepin rakyat.
Sementara sang gubernut sibuk pencitraan dan bikin konten...

Minyak Goreng hanyalah symbol bagaimana lemahnya negara kepada pengusaha...
Para pedagang lihat dan sudah tau berapa harga para penjual kebijakan negara...

Sangsi?? Mafia ??
Mereka hanya dipojokan tertawa dan berpesta.
Memandang rendah ke arah boneka.
Cukup balikan mainan baru buat siram siraman.
Atau tenda dome pink buat camping.
Maka bereslah mengurus negara dengan berleha dan kegiatan receh unfaedah...

Tetap kuat rakyat Indonesia. Pergunakanlah dengan bijak Kartu Indonesia Sabarnya.
Semoga Allah segera menurunkan presiden sejati, kepala negara yang benar benar paham tentang mengurus negara...

Sementara itu mari bernyanyi:

"Potong Bebek Angsa
Masak di Kuali
Gagal Ngurus Bangsa 
Minta 3 Kali
Ngutang kesana
Ngutang kesini
Tralala lala lala lalaaa..."

(fb)