Tere Liye: "Bubble-bubble-an" MotoGP Mandalika

Bubble-bubble-an

Kalian tahu istilah travel bubble? Simpelnya begini, seseorang saat datang ke sebuah negara, dia boleh masuk, tanpa perlu karantina, dll. Sepanjang dia terus berada di dalam bubble. Gelembung tak terlihat. Atau koridor perjalanan yg telah ditentukan. Sepanjang di dalam bubble, dia aman. Sekitarnya juga aman.

Saat piala AFF di Singapura kemarin, itu contoh yg bagus. Pemain-pemain Indonesia tiba di sana, langsung masuk bubble, yaitu hotel. Dan hanya boleh beraktivitas di hotel, stadion, dan bubble-bubble yg telah ditentukan oleh Singapura. Sekali bubble-nya ditembus, alias pecah, wah, serius sanksinya.

Itulah yg terjadi saat 4 pemain Indonesia dilarang main saat final AFF. Benar-benar serius sanksinya. Namanya juga negara maju. Hanya gara-gara pemain kita keluar hotel, ke minimarket, membeli sesuatu. Padahal minimarket itu dekat sekali dg hotel. Kena sanksi deh, dilarang main di final.

Nah, pendekatan yg sama sedang dilakukan oleh Indonesia. Saat pembalap-pembalap MotoGP sedang latihan di Lombok, saat tiba beberapa hari lalu, mereka harus masuk bubble. Gelembung. Yaitu, hotel, sirkuit, dan tempat-tempat yg telah ditentukan.

Tapi nasib memang, pembalap-pembalap ini ternyata bisa ke warung, beli ini, beli itu. Bisa berkeliaran. Lihat berita-berita ini. Screenshot. Mereka sempat beli pulsa loh. Entahlah, mungkin versi Indonesia itu, bubble-nya segede satu kecamatan. Atau jangan-jangan, bubble-nya segede Lombok. Jadi memang boleh kemana-mana.

Kalau mau betulan bubble yg seperti Singapura, maka pembalap-pembalap ini tentu dilarang kemana-mana. Atau, solusi lain yg lebih keren: biarkan saja, no bubble. Toh, buat apa lagi? No karantina buat semua. Kan seru jadinya jika pembalap-pembalap top ini bisa nongkrong di sana bareng penduduk. Seru.

Jadi, sudahlah, negara-negara kayak Filipina, mereka sudah no karantina minggu-minggu ini. Sepanjang sudah vaksin, oke2 saja. Daripada bergaya sok pakai bubble, tapi bubble KW tok. Tdk usah gaya. Rakyat juga sdh tahu, peraturan ini cuma tajam ke bawah. Kamu sih tetap bebas kemana-mana.

Btw, selamat datang pembalap-pembalap MotoGP. Setelah 96-97 di Sentul, akhirnya Indonesia kembali jadi tuan rumah.

(By Tere Liye)