EL MANSOURA Saksi Kemenangan Pasukan Muslimin Melawan Raja Prancis Louis IX

EL MANSOURA SAKSI KEMENANGAN PASUKAN MUSLIMIN

Pekik takbir membahana memecah kesunyian senja. Raja Prancis Louis IX tertangkap. Kemenangan mengiringi pertempuran di musim dingin yang berlangsung dari tanggal 8-11 Februari 1250.

Pertempuran itu terjadi di kota Manshurah, Mesir, yang dikenal sebagai Perang Salib ketujuh. Kecamuk perang meletus setelah Sang Panglima Shalahuddin Al Ayyubi mangkat. Mereka berpikir dengan wafatnya Sang Pahlawan, pertahanan pasukan Muslimin melemah.

Pasukan yang dipimpin Raja Prancis itu menyerang Mesir karena menyadari basis pertahanan pasukan Muslimin untuk menjaga Baitul Maqdis ada di Mesir.

Bukan kemenangan yang mudah bagi pasukan Muslimin, tersebab jumlah pasukan hanya 10.000 sementara Pasukan Salib sebanyak 80.000. 

Namun, kalah jumlah tak pernah membuat semangat jihad mengendur. Justru kian berkobar di bawah komando Emir Fakhr-ad-Din Yusuf, dengan panglimanya Faris ad-Din Aktai dan Baibars al-Bunduqdari.

Raja Prancis Louis IX yang tertawan diperlakukan sangat baik dan akhirnya dilepaskan dengan tebusan menyerahkan kota Damietta.

Memperlakukan tawanan perang dengan baik adalah bagian dari akhlak mulia seorang Muslim, sebagaimana yang dicontohkan sang pendahulu Shalahuddin Al Ayyubi. 

Dalam pertempuran yang luar biasa dahsyat di lembah Hittin, penguasa Yerusalem yang berasal dari Prancis bernama Guy de Lusignan berhasil ditangkap.

Kemuliaan hati Shalahuddin membuat musuhnya itu tak dibunuh. Saat tertangkap dan dibawa ke tendanya, Guy de Lusignan diberi makan dan minum yang layak. Ia lalu dibawa ke Damaskus dan dibebaskan.

Untuk menandai peristiwa itu, ada sebuah patung besar di Damaskus yang menggambarkan Shalahuddin di atas kudanya dengan gagah, sementara Guy de Lusignan duduk di bagian bawah dengan tangan terikat seperti layaknya tawanan perang.

Kalau di Damaskus ada jejak sejarah yang ditinggalkan, demikian halnya di Mesir. Tempat di mana Raja Louis IX ditangkap masih bisa disaksikan di kota Mashurah atau El Mansoura. Saat ini El Mansoura merupakan ibukota Provinsi Dakahlia yang berpenduduk 960.423 jiwa.

Ada sebuah bangunan kecil di sebelah Masjid El Muwafiq yang digunakan sebagai tempat penahanan itu. Lokasi di sekitar masjid diyakini sebagai base camp tenda-tenda pasukan Salib.
Tak jauh dari tempat itu ada sebuah pasar tradisional bernama Al Khawagat, yang artinya pasar orang asing. Ini menunjukkan bahwa di kota El Mansoura pernah tinggal orang asing (tentara Salib) dalam jumlah besar.
 
Perjalanan ke El Mansoura sangat menyenangkan karena banyak vila-vila dengan pemandangan indah di kawasan Touryel yang bisa menjadi pilihan tempat menginap. Juga sebuah istana bersejarah bernama Shinnawi yang arsiteknya didatangkan dari Italia.

Jadi, kalau pemerintahan Emanuelle Macron masih terus mengintimidasi Muslim di Prancis, sungguh tak tahu diri. Mereka tak membaca sejarah bagaimana Islam memperlakukan leluhurnya, bahkan pada kondisi kalah perang sekalipun, dengan sangat mulia.

Hari ini menandai kemenangan pertempuran Manshurah 772 tahun lalu.

(By Uttiek)