Penduduk Muslim Terbesar, ICMI Desak Presiden Jokowi Bersikap Resmi Soal Diskriminasi India

[PORTAL-ISLAM.ID] JAKARTA— MPP ICMI mendesak pemerintah Jokowi-Ma’ruf Amin untuk mengambil sikap resmi soal diskriminasi terhadap Muslim India. Indonesia merupakan penduduk muslim terbesar di dunia.

Indonesia tidak boleh tinggal diam dalam melihat pembantaian dan penindasan terhadap kaum minoritas muslim di India.

Atas dasar itu, Majelis Pimpinan Pusat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (MPP ICMI) mendesak pemerintah Jokowi-Ma’ruf Amin untuk mengambil sikap resmi.

Salah satunya dengan memanggil duta besar India di Indonesia untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat muslim di Indonesia terkait apa yang terjadi di India.

Wakil Ketua Umum (Waketum) ICMI, Andi Anzhar Cakra Wijaya juga mendesak Presiden Jokowi untuk memberi perhatian kepada umat muslim di India yang mengalami diskriminasi.

“ICMI memandang Indonesia harus berperan aktif dan menunjukkan solidaritas terhadap saudara-saudara muslim di India yang saat ini mengalami penindasan. Maka dari itu, Pemerintah RI harus mengambil sikap yang berpihak pada umat Islam,” ujarnya, Senin (21/2/2022).

Menurutnya, arogansi yang diperlihatkan kelompok mayoritas di India terhadap umat muslim telah melukai bangsa Indonesia dan berpotensi mencoreng hubungan kedua negara.

Padahal, hubungan umat muslim India dan Indonesia sudah terjalin sangat erat selama ini.

“Peristiwa penindasan dan pelanggaran Hak Asasi Manusia terhadap umat Islam di India telah mencoreng hubungan baik selama ini,” jelas putra mantan Jaksa Agung Andi M Ghalib itu.

Secara khusus, ICMI mendesak India untuk menghentikan segala bentuk kekerasan fisik maupun psikis terhadap umat muslim.

Jika penindasan terus berlangsung, maka bisa mengotori demokrasi serta perdamaian yang diajarkan pendiri India, Mahatma Gandhi.

Di mana Gandhi selalu mengajarkan misi penting universal declaration of human rights.

“Jangan sampai juga jadi pemicu negara-negara Islam lainnya di dunia untuk memerangi India,” ujarnya sembari meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga bersuara. (RMOL)