Istilah KDRT & Misi Feminis Liberalis Cs

KDRT & Misi Feminis Liberalis Cs

Oleh: Ustadz Muhammad Abduh Negara

Istilah KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) ini sangat bias feminisme, kesetaraan gender dan berbagai ide lain di luar Islam. Karena itu, saya tak mau menggunakan istilah ini untuk menilai sesuatu.

Islam membolehkan orangtua memukul anaknya yang tidak mau shalat saat usia 10 tahun, dengan pukulan ta'dib (bersifat mendidik).

Mereka bilang: Itu KDRT. Laporkan!

Islam membolehkan istri bekerja dengan izin suami. Tapi jika suami tidak mengizinkan, dan suami sudah memberikan nafkah yang cukup yang merupakan kewajibannya, istri tidak boleh bekerja.

Mereka bilang: Itu KDRT. Laporkan!

Islam menganggap istimta' dan hubungan badan adalah hal urgen dalam sebuah pernikahan, dan salah satu tujuan pernikahan adalah hal tersebut, dan dengannya ketenangan dan cinta kasih dalam rumah tangga terwujud. Karena itu, Islam melarang istri menolak berhubungan badan dengan suaminya, kecuali jika dia ada uzur, seperti haid, sakit dan semisalnya.

Mereka bilang: Itu KDRT. Laporkan!

Kau tahu, salah satu gagasan feminis cs yang begitu menyesatkan adalah, tubuh seorang perempuan itu adalah properti miliknya sendiri, sehingga dia yang berhak untuk menyerahkannya kepada siapapun yang dia kehendaki.

Jadi, meski pada suami sendiri, jika dia enggan "menyerahkan tubuhnya", suami tidak punya hak apa-apa. Dan kalau ada unsur "sedikit memaksa", itu sudah masuk KDRT.

Sebaliknya, meski belum menikah, kalau seorang perempuan mau menyerahkan tubuhnya untuk pacar, fwb, atau apapun namanya, itu sah-sah saja. Istilahnya, konsensual seks.

Masih mau dibodohi?

(fb)
Baca juga :