Duh Ngeri! Rocky Gerung Beberkan Analisis Tajam Soal Nasib IKN Andai Dipimpin Ahok

[PORTAL-ISLAM.ID]  Akademisi sekaligus pengamat politik nasional, Rocky Gerung mengak tak setuju seandainya Komisaris Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok ditunjuk sebagai pemimpin otorita Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur. 

Sebab, menurutnya, ada sejumlah dampak buruk yang akan terjadi.

Rocky Gerung berpendapat, seandainya Ahok kembali dipercaya memimpin suatu wilayah, maka ada dendam yang seakan dibangkitkan. 

Orang-orang yang sebelumnya menentang Ahok akan kembali teringat dengan ‘kejahatannya’ di masa lalu.

“Di belakang itu orang ingat lagi kenapa mesti Ahok ditaruh di situ. Problemnya adalah waktu nama Ahok dimunculkan, orang ingat lagi, oh ini cuma dendam supaya ngeledek Anies.” ujar Rocky Gerung melalui saluran Youtube resminya, Minggu 30 Januari 2022.

Ketimbang Ahok, Rocky merasa Anies Baswedan lebih layak diberikan tugas tersebut. 

Sebab, kata dia, Anies lebih mengerti persoalan dan terlibat dalam pembicaraan awal soal pemindahan IKN baru.

“Kalau mau masuk akal Anies saja dipindahin kesitu, kan lebih masuk akal. Anies lebih ngerti dan Anies ada dalam proses pembicaraan awal ini,” tuturnya.

Lebih jauh, Rocky menambahkan, Presiden Jokowi telah keliru jika benar-benar memilih Ahok sebagai kepala otorita IKN baru. 

Dia berpendapat, hal tersebut bisa memicu kebangkitan sentiman primordial di masa lalu.

“Pak Jokowi tak paham, kalau pak Jokowi paham dia mengerti nanti kalau ini (Ahok) di majukan, dendam lama itu muncul, jadi jangan,” ungkap Rocky.

Diketahui, Ahok sendiri berpeluang besar menjadi kepala otorita IKN Nusantara setelah dirinya mendapat dukungan dari DPP PDIP.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto menilai Ahok memenuhi kriteria untuk mengisi jabatan tersebut. 

Sebab, menurutnya, Ahok telah terbukti berhasil selama menjadi gubernur dan wakil gubernur di Ibu Kota Jakarta.

“Siapa yang akan diputuskan itu kami serahkan kepada Presiden Jokowi, hanya saja PDIP punya nama nama calon yang memenuhi syarat untuk itu, termasuk Pak Basuki Tjahaja Purnama,” kata Hasto. [hops]