BUKAN BANGUNAN BIASA: Masjid Khoiru Ummah, Masjid di Kaki Gunung Merapi

BUKAN BANGUNAN BIASA

Inilah plang Masjid Khoiru Ummah. Masjid di Kaki Gunung Merapi. Masjid yang di bangun dengan bahagia oleh Romo Bangun di Desa Sedayu, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang. 

Dari plang nama itu, sudah tampak kehebatan masjid ini. Masjid yang dapat menebarkan kebahagian kepada siapapun yang ingin kembali kepada-Nya.

Masjid Khoriruummah dirintis oleh Romo Bangun. Seorang ayah muda berusia 40-an. 

Romo Bangun mengawali rintisan masjidnya dengan menjual aset pribadi untuk membeli sepetak tanah. Sepetak tanah itu kemudian ia serahkan kepada Allah untuk menjadi Masajidallah, tempat bersujud kepada Allah. Istri dan anaknya ia bawa ke tempat sujud itu untuk ikut serta melayani sesama. 

Uang yang tersisa dibelikan material membangun lantai, dinding dan atap agar bisa digunakan untuk melaksanakan shalat. Bangunan sederhanapun berdiri, shalat jamaah sudah bisa dilaksanakan.

Namun malang. Uang Romo Bangun habis. Ia tak bisa membeli pengeras suara demi menandai azan dan mengundang masyarakat untuk datang. 

Namun Romo Bangun tidak surut. Masih tersisa selembar uang lima puluh ribuan. 

Bersama anak yang masih bocah, Romo Bangun pergi ke pasar. Uang limapuluhribuan itu, ia belikan kentongan.

Anaknya yang masih kecil ia minta untuk memukul kentongan, sementara ia sendiri mengumandangkan azan. Tak ada orang yang datang, namun shalat di masjid tetap dilaksanakan. Sang ayah menjadi imam, sang anak menjadi makmum. Tegaklah keberjamaahan.

Dengan kentongan limapuluhribuan Romo Bangun dan anaknya menandai waktu sholat dan mengajak orang datang. Pelan-pelan, tetangga sekitar mulai berdatangan. Di awali hanya ikut  serta menjadi makmum shalat fardlu lama kelamaan terlibat dalam pembangunan. 

Sepetak tanah dengan bangunan sederhana di atasnya pelan-pelan menjadi bangunan. Para pengelola yang awalnya hanya mampu menggratiskan air untuk berwudlu dan membersihkan badan, pelan-pelan mampu menggratiskan sarapan dan makan siang tanpa bayaran. Awalnya hanya bisa melayani anak sendiri, pelan-pelan anak-anak tetangga bisa dibuat senang. Awalnya hanya tetangga yang bisa menikmati aneka kegratisan, pelan-pelan para mussafir dan siapapun yang datang berkunjung ke Masjid itu bisa mereka "rajakan".

Hari Senin pagi (10/1/2022), saya dan puluhan sahabat penggiat masjid bertandang ke Masjid Istimewa ini. Ada ratusan orang yang memenuhi masjid itu. Meluap hingga ke teras-terasnya. 

Semua bahagia. Semua ceria karena semua bisa menikmati makan pagi gratis dan bisa membawa pulang sayur dan lauk pauk gratis. 

Beberapa orang diantaranya tampak lebih bahagia lagi, karena baru saja mendapatkan hadiah berupa induk ayam dan kambing dari pengurus masjid. Masyaallah.

Masjid Khoirummah, hanyalah setitik bangunan di antara berjuta bangunan yang menghampar di kaki Gunung Merapi, di pelosok Kabupaten Magelang. Namun se-titik bangunan kecil itu bukan bangunan biasa. Namun sebuah titik yang dapat menebar sejuta bahagia.

(Beni Sulastiyo)