WADUH! Tolak Divaksin, Jaringan Listrik Diputus

Tolak Divaksin, Jaringan Listrik Diputus

DARUBA – Lantaran tak mau divaksin Covid-19, puluhan warga di desa Leo Madoro dan Aru Burung Kecamatan Pulau Rao jaringan listrik rumahnya diputus oleh Pemerintah Kecamatan dan Pemdes setempat.

Tindakan tegas pemerintah tersebut sebagai bentuk penegasan kepada warga yang masih bersikeras menolak divaksin. Selain jaringan listrik, warga yang menolak divaksin juga terancam jaringan air bersih hingga BPJS akan dicabut.

Camat Pulau Rao, Laurina Maarontong, ketika dikonfiramsi awak media terkait pemutusan jaringan listrik tersebut mengaku, sikap tegas yang dilakukan pihaknya atas dasar instruksi Bupati Morotai Benny Laos.

Dan pemutusan itu, kata dia, mulai dilakukan sejak Kamis pekan lalu. “Pak Bupati ke kami ke Pulau Rao, target seluruh Kecamatan adalah 80 persen sampai 100 persen, sementara Pulau Rao belum capai angka 8 persen (vaksinasi). Oleh sebab itu harus diambil sesuai instruksi Bupati,” ucap Laurina saat dihubungi baru baru ini.

Menurut Laurina, instruksi tersebut disampaikan Bupati Benny Laos saat koordinasi terkait pelaksanaan vaksinasi di Pulau Rao beberapa waktu lalu. “Bahwa masyarakat yang tidak mau divaksin karena bukan alasan medis, itu harus diputuskan seluruh bantuan yang mereka dapatkan. Misalnya, air bersih dan BPJS, tapi kami baru mengambil langkah terkait dengan jaringan listrik, dengan catatan ketika mereka vaksin maka jaringan listrik bisa normal kembali,” katanya.

Janjinya, bahwa warga yang listriknya sudah diputus akan dipasang kembali oleh PLN jika sudah divaksin. “Setelah sudah divaksin dilaporkan ke pemerintah desa, setelah itu dipasang kembali oleh pihak PLN, ini bukan program PLN tapi program kebijakan yang diambil oleh pak Bupati, dan kami sebagai Camat harus meneruskan, pemerintah desa mengeksekusi,” terang Laurina.

Ditanya pemutusan sudah dilakukan di berapa desa, ia mengaku, baru dilakukan di dua desa, untuk desa lainnya akan dilakukan dalam waktu dekat. “Baru desa Lou Madoro dan Aru Burung, sebelum kami memutuskan kami juga buat pendekatan secara humanis kepada masyarakat. Bagimana, mau divaksin ka tarada (atau tidak)? Kalau mau divaksin juga sekarang kami kasih waktu ke PKM Posi-posi dan PKM Leo-leo segera vaksin,” ujarnya.

Namun, Laurina mengaku, dalam sosialisasi ada warga yang tetap bersikeras tidak mau divaksin, bahkan ada yang sampai rela jaringan listriknya diputus dari pada divaksin. “Jadi dong bilang ibu silahkan gunting sudah, dan dorang bersikeras tidak mau vaksin, itu pun torang masih memberikan pemahaman ke mereka,” timpalnya. 

Laurina mengungkapkan, sebelum kebijakan ini diambil, pihaknya telah menyurat ke semua desa.

“Kemarin torang mulai vaksin di Leo-leo perkirakan hari Kamis, jadi masyarakat bandel tetap diberikan efek jerah, di desa Leo Madoro dan Aru Burung itu sudah di sosialisasikan ke masyarakat. Bahkan dari rumah ke rumah, Pemdes dan RT menyampaikan ke masyarakat,” ungkapnya.  

Selain pemutusan jaringan listrik, ia mengatakan di dalam edaran itu, juga nantinya dilakukan pemutusan BPJS dan air bersih yang di pasang oleh Pemda Morotai.

“Harapan program pemerintah, masyarakat harus patut karena pemerintah menjamin kesehatan dan masyarakat sehat dan kesejahteran bagi masyarakat. Jangan cuma bantuan yang mengarah kepada kesejahteraan masyarakat, tetapi tidak mau vaksin,” kesal Laurina. (fay)