[Foto-foto] Perkuliahan di Universitas Ibnu Sina Kabul Afghanistan, Pasca Dikuasai Taliban

[PORTAL-ISLAM.ID] KABUL - Selama ini isu perempuan dan pendidikan selalu menjadi senjata Barat untuk mendeskriditkan Islam di Afghanistan. Namun dibawah kendali Taliban kini isu tersebut menjadi tidak laku lagi untuk dijual.

Kelompok pejuang Taliban menjamin para wanita Afghanistan untuk mengenyam pendidikan dan bisa bekerja. Namun mereka wajib mengenakan jilbab.

Juru bicara Taliban, Suhail Shaheen, mengatakan kepada Fox News pada Jumat (03/09/2021) kemarin, tidak akan ada masalah tentang hak-hak perempuan setelah pengambilalihan kekuasaan Afghanistan.

Tapi, kata Shaheen, pihaknya menentang pandangan Barat bahwa perempuan harus memiliki pendidikan tanpa harus berhijab.

“Budaya kita…mereka (kaum wanita) bisa mengenyam pendidikan dengan hijab. Mereka bisa bekerja dengan hijab,” ujarnya.

Selain itu, untuk pendidikan juga dipisah antara laki-laki dan perempuan.

Terkait pakaian, Shaheen juga menyampaikan bahwa pemerintahannya tidak membatasi perempuan hanya dengan burqa untuk menutup aurat. Busana perempuan, kata Shaheen, jenisnya bukan hanya burqa.

“Burqa bukan satu-satunya, ada berbagai jenis pakaian Muslim dan jilbab lain. Jadi, tidak terbatas pada burqa,” kata dia.

Dari foto-foto yang beredar, tampak suasana perkuliahan di Universitas Ibnu Sina, Kabul, Afghanistan.

Laki-laki dan perempuan dipisah. Pakaian perempuan juga tidak harus burqa/niqab (cadar), tapi boleh dengan jilbab biasa.

Hal ini berbeda dengan tulisan Dahlan Iskan di blog pribadinya (Disway), dikatakan: "peraturan dari Taliban: mahasiswi dan siswi harus mengenakan niqab. Dipasangkan dengan abaya. Dengan demikian pakaian wajib mereka adalah jenis yang hanya kelihatan mata itu."

*NB: Ternyata di Afghanistan gak ada aturan pakai masker - jaga jarak; ada jaga jarak tapi jaga jarak dg lawan jenis :)