Baru Dilantik 3 Bulan, Bupati Kolaka Timur Kena OTT KPK, Ini Profil dan Asal Partainya

[PORTAL-ISLAM.ID]  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan atau OTT terhadap Bupati Kolaka Timur (Koltim) Andi Merya Nur.

Andy Merya ditangkap KPK di Rumah Jabatan atau Rujab Bupati Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (21/9/2021) sekira pukul 22.00 WITA.

Bupati Koltim yang baru dilantik 3 bulan itu langsung digiring ke Markas Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) usai diciduk komisi antirasuah itu.

Selain Bupati, sejumlah pihak juga terjaring dalam OTT tersebut.

Plt juru bicara KPK Ali Fikri membenarkan OTT terhadap Andi Merya Nur. Namun, dia belum merinci siapa saja pihak lain yang diamankan bersama Andi.

"Tim KPK berhasil mengamankan beberapa pihak dalam kegiatan tangkap tangan terkait dugaan tindak pidana korupsi di wilayah Kabupaten Kolaka Timur Sultra," kata Ali saat dikonfirmasi, Rabu (22/9/2021).

Selain itu, belum dijelaskan juga perkara apa yang menjerat Andi. Namun diduga kuat merupakan suap.

Baru Dilantik 3 Bulan

Seperti dikutip dari wikipedia, Andi Merya Nur dilantik sebagai Bupati definitif pada 14 Juni 2021 lalu. 

Sebelumnya, Andi Merya Nur menjabat Wakil Bupati, kemudian diangkat sebagai Plt. Bupati Kolaka Timur setelah Bupati Samsul Bahri Madjid meninggal dunia pada 19 Maret 2021.

Pasangan Samsul Bahri Madjid dan Andi Merya Nur dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kolaka Timur pada 26 Februari 2021. 

Pasangan ini dilantik setelah memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kolaka Timur pada Pilkada Serentak 9 Desember 2020. 

Menjabat sebagai Bupati di usia 36 tahun, Andi Merya Nur mencatat sejarah sebagai bupati perempuan definitif pertama di Sultra.

Berikut Profil Bupati Koltim

Riwayat Pekerjaan:

- Anggota DPRD Kolaka periode 2009 - 2014
- Anggota DPRD Kolaka Timur periode 2014 - 2016
- Wakil Bupati Kolaka Timur periode 2016 - 2021
- Plt Bupati Kolaka Timur 2021
- Bupati Kolaka Timur 2021 - Sekarang.

Asal Partai:

Andi Merya pada awalnya merupakan kader PPP, kemudian pindah ke Partai NasDem. Ia bahkan menjabat sebagai Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Kolaka Timur hingga tahun 2020. 

Ia kemudian mengundurkan diri setelah Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Sulawesi Tenggara yang juga menjabat sebagai Bupati Kolaka Timur petahana tidak lagi memilihnya untuk mendampingi dalam Pilbup Koltim 2020.

Ia kemudian resmi menjadi kader Partai Gerindra pada tahun 2021 setelah berhasil mempertahankan posisinya sebagai Wakil Bupati Kolaka Timur dengan mendampingi Samsul Bahri.