TIDUR SESUAI SUNNAH

TIDUR SESUAI SUNNAH

(By Ustadz Ahmad Sarwat)

Banyak riwayat menyebutkan bahwa Nabi SAW terbiasa tidur begitu usai shalat Isya'. Padahal di kita Isya' itu jam 19.00 teng. 

Kalau habis shalat isya kita langsung tidur kayak Nabi SAW gitu, lama juga tidur kita.

Anggaplah mulai tidur 19.30 dan tujuh atau delapan jam kemudian kita bangun, pasti tubuh kita segar bugar.

Karena tidur malam cukup panjang. Padahal itu baru jam 02.30 (tidur 7 jam) atau 03.30 (tidur 8 jam). Dan itu masih malam, masih luas waktu untuk tahajjud dan witir bahkan baca beberapa ayat Qur'an menjelang Shubuh. 

Semua dengan leluasa bisa kita tunaikan, tanpa nguap, tanpa ngantuk dan tanpa ngulet. 

Saya membayangkan hal-hal teknis yang turut membantu di Madinah masa itu. Madinah kala itu yang tidak ada listrik, juga tidak ada mal, pertokoan, pusat jajanan malam, plus juga tidak ada acara TV apalagi medsos.

Jadi tidak ada tuh orang pada keluyuran jalan-jalan di malam hari, nyari nasi goreng atau jajanan malam. Tidak ada yang baru pulang kantor jam 21.00 sambil macet di Soedirman. Juga tidak ada mal dan acara belanja di malam hari.

Kalau Nabi SAW dan para shahabat jam tidurnya macam kita, jam-jam 23.00-an gitu, terus mereka kudu ngapain malam-malam begadang?

Secara natural, mereka lebih cepat tidur di malam hari. Pokoknya asalkan matahari sudah terbenam, hari mulai malam, ya sudah mereka pun langsung tidur. 

Satu-satunya pe-er di malam hari itu adalah shalat Isya'. Begitu Isya' berjamaah usai ditunaikan, suasana kota Madinah langsung sepi senyap karena seluruh penduduknya pada  tidur lelap.

Kalaupun di sepertiga malam terakhir mereka bangun untuk qiyamul-lail, sama sekali tidak ada masalah.

Yang bermasalah itu kita di zaman sekarang, lantaran tidurnya sudah larut malam, tapi masih ngotot mau bangun malam. 

Dampaknya, sesiangan bawaannya pengen cari karpet melulu. Ngeliat karpet masjid serasa melambai-lambai. Ada desakan kuat dalam jiwa ingin balas dendam yang tadi malam.

*NB: Tidur siangnya Nabi SAW disebut qailulah, barang 5 menitan sebelum shalat Zhuhur. Bukan lomba lama-lamaan tidur siang start from zhuhur sampai mentok Ashar.[]

Baca juga :