Menyambut Kedatangan Tokoh yang Dicintai dengan Jumlah Massa Besar, Itu Bukan Sikap Ghuluw

TUDUHAN GHULUW

Menyambut kedatangan tokoh yang dicintai dengan jumlah massa besar, itu bukan sikap ghuluw. Fokus pada bagian ini, kira-kira di mana sisi ghuluw-nya?

Sayangnya, ada warga facebook yang membuat tulisan, yang mengesankan sikap seperti di atas (Menyambut kedatangan tokoh yang dicintai dengan jumlah massa besar) sebagai bentuk ghuluw dalam beragama.

Yang ghuluw itu, saat seorang marah dan menyesatkan orang lain, karena orang lain tersebut tidak mau mengikuti pendapat gurunya. Ini jelas ghuluw, karena meletakkan kebenaran mutlak pada pendapat gurunya, dan menjadikannya standar lurus dan bengkoknya keislaman seseorang.

Ingat ikhwah, tulisan yang benar itu tidak mesti yang bertabur kutipan Ayat, Hadits ataupun Atsar, tapi pada pemahaman yang benar. Karena, jika hanya bertabur kutipan, semua firqah sesat terdahulu juga banyak "menyebutkan dalil".

*Keterangan tambahan:

Ghuluw adalah sikap melampaui batas dalam agama. Dan ghuluw kepada seorang tokoh, berarti menyikapi dan mendudukkannya melebihi kadar yang dibolehkan oleh Syariah.

Adapun sikap ta'zhim dan ihtiram, mengagungkan dan menghormati, menjaga adab dan mengekspresikan cinta, selama tidak jatuh pada keharaman, bukanlah sikap ghuluw.

Sikap ghuluw itu terlihat semisal pada, mendudukkan tokoh seperti Nabi yang ma'shum, tak mungkin salah, atau menjadikan pendapatnya sebagai standar kebenaran, atau meletakkan al-wala wal bara padanya, dan semisalnya.

(By Muhammad Abduh Negara)