Mengapa Erdogan Berani Menantang Prancis?

Mengapa Erdogan Berani Menantang Prancis?

Pertama: 
Serangan kata kata pedas Erdogan terhadap Macron soal rasisme Prancis terhadap Islam tentu punya landasan yang cukup kuat soal adu kekuatan kedua negara.

Kedua: 
Secara senioritas leadership dan pengalaman politik, Erdogan jauh unggul ketimbang Macron. Erdogan adalah pemimpin Turki 18 tahun, sedangkan Macron 1 periode saja belum selesai.

Ketiga:
Secara politik dan diplomasi, Turki jauh diunggulkan, mengingat posisi Turki saat ini di dunia internasional semakin naik dan semakin disegani.

Keempat:
Secara Militer, posisi Turki masuk dalam 10 besar dunia. ranking Turki diapit oleh Prancis dan Jerman. Prancis no 7 dan Jerman no 9. Turki jelas bukan kekuatan remeh. 

Kelima:
Militer Turki kalau mau dilihat secara ril bukan saja soal jumlah alutsista, posisi Turki lebih kuat dari Prancis minus soal nuklir. karena meskipun Prancis punya nuklir, itu tidak secara langsung serampangan bisa digunakan dalam perang level menengah dan regional. 

Keenam:
Kemandirian Turki dalam memproduksi alutsista sendiri adalah nilai tambah lain bagi Turki. Baik alutsista darat, laut, sampai udara.

Ketujuh:
Turki hari ini mengalahkan Prancis di berbagai bidang militer kecuali nuklir. Baik di udara, darat dan laut. meskipun Prancis memiliki salah satu pesawat tempur terbaik di dunia Dassault Rafale, tapi itu tidak akan berarti apa-apa didepan drone Canggih Bayraktar TB2 milik Turki. Sukhoi Rusia sudah merasakan sakit soal ini.

Kedelapan:
Dari sisi jumlah prajurit tempur, Prancis kalah jauh dari Turki. Selisih antara jumlah tentara Prancis dan Turki mencapai 110 ribu pasukan. Turki diatas Prancis.

Kesembilan:
Prancis punya masalah dalam negeri yang akut, baik soal rasisme dan soal soal konsolidasi nasional. Sedangkan Turki justru sangat unggul disisi ini. Rakyat Turki saat ini berada pada puncak persatuan dan konsolidasi nasional.

Kesepuluh:
Turki sedang punya banyak teman saat ini di dunia internasional seiring naiknya posisi daya saing negara. Dari Rusia yang sudah mengirim Rudal S400 ke Turki sampai Qatar dan Libya yang siap membantu mendanai perang jika pecah antara Turki dan Prancis.

Begitu analisa singkat soal kekuatan Turki di hadapan Prancis. Sehingga saat ini akan sangat kecil kemungkinan Prancis berani berhadapan langsung dengan Turki. Baik di Laut Mediterranean, di Libya, atau di wilayah wilayah lain.

Oleh: Tengku Zulkifli Usman
(Pengamat GeoPolitik Internasional)