5 Fakta Habib Rizieq, Dari Sekolah Kristen Hingga Tesis Soal Pancasila

[PORTAL-ISLAM.ID] Berikut beberapa Fakta tentang Habib Rizieq yang jarang diketahui :

Tak mengenyam pendidikan formal madrasah

Habib Rizieq dilahirkan bulan Agustus 1966, merupakan anak dari Habib Hussein Shihab dan Syarifah Sidah al-Attas. Sejak ia adalah seorang anak yang sudah dibesarkan di tengah lingkungan keluarga Hadhrami (garis keturunan Nabi Muhammad SAW).

Dikutip dari buku berjudul Sisi Lain Habib Rizieq karya Fikry Muhammadi, sejak kecil namun uniknya Habib Rizieq tidak mengenyam pendidikan formal atau semiformal agama di madrasah.

Dia juga tidak menimba ilmu agama di pesantren. Habib Rizieq malah bersekolah di sekolah umum di dekat rumahnya, Petamburan, Jakarta Pusat.

Pendidikan di sekolah Kristen

Jarang yang tahu, jika Habib Rizieq pernah mengenyam pendidikan di sekolah Kristen. Setelah lulus sekolah dasar pada tahun 1975 di SDN 1 Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada tahun 1976.

Habib Rizieq melanjutkan sekolah menengahnya ke SMP 40 Pejompongan, Jakarta Pusat. Namun karena jarak sekolah dengan rumahnya di Petamburan terlalu jauh, ia kemudian dipindahkan ke sekolah yang relatif lebih dekat dengan tempat tinggalnya, yaitu SMP Kristen Bethel Petamburan dan lulus tahun 1979.

Punya 6 Putri

Habib Rizieq menikah pada tanggal 11 September 1987 dengan Syarifah Fadhlun bin Yahya. Dari pernikahannya tersebut Habib Rizieq dikaruniai seorang putra dan enam putri yaitu Rufaidah Shihab, Humaira Shihab, Zulfa Shihab, Najwa binti Rizieq Shihab, Mumtaz Shihab, Fairuz Shihab, dan Zahra Shihab.

Anak keempatnya Najwa Shihab dikabarkan akan menikah setelah kepulangan Habib Rizieq pada 10 November 2020 besok.

Ibu perias pengantin dan penjahit pakaian

Ayah Habib Rizieq wafat pada tahun 1966 saat ia berusia 11 bulan. Hal itu membuat dirinya hanya diasuh seorang diri oleh sang ibu Syarifah Sidah, dan tidak dididik di pesantren.

Baru setelah berusia empat tahun ia mulai rajin mengaji di masjid-masjid dekat rumahnya. Sebagai orang tua tunggal, ibunya yang bekerja sebagai penjahit pakaian dan perias pengantin juga sangat memperhatikan pendidikan Habib Rizieq serta membimbingnya dengan pendidikan agama.

Membuat Tesis tentang Pancasila dan Syariat Islam

Pada 1983 Habib Rizieq mengambil kelas Bahasa Arab di Lembaga Ilmu Pengatahuan Islam dan Arab (LPIA). Satu tahun menempuh studi di sana, Habib Rizieq mendapatkan tawaran beasiswa dari Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk kuliah di Arab Saudi.

Ia pun melanjutkan program sarjana jurus jurusan studi Agama Islam (Fiqih dan Ushuk Fiqh) ke King Saud University yang ditempuh selama empar tahun. Lalu di tahun 1990, Habib Rizieq lulus lengkap dengan predikat Cum Laude.

Habib Habib Rizieq sempat mengambil program pascasarjana di Universitas Islam Internasional Malaysia selama satu tahun. Namun dia kembali ke Tanah Air karena alasan biaya.

Beberapa tahun kemudian dia mengambil kuliah di bidang syari’ah dan meraih gelar Master of Arts (M.A.) pada 2008 di Universitas Malaya. Tesisnya berjudul "Pengaruh Pancasila Terhadap Pelaksanaan Syariat Islam di Indonesia". [Hops]