Fahri Hamzah Kritik Tajam Jokowi, Luhut Binsar Panjaitan, dan Mahfud MD

[PORTAL-ISLAM.ID] Dalam video "Momen Langka Fadli Zon Wawancara Fahri Hamzah: Satu Tahun Jokowi-Ma'ruf" yang diunggah di channel YouTube Fadli Zon Official pada Kamis, 22 Oktober 2020, Fahri Hamzah menyatakan pandangannya terhadap satu tahun Jokowi-Ma'ruf.

Menurut Fahri, salah satu permasalahan Jokowi-Ma'ruf terletak pada susunan kabinetnya. Ia menilai, ada orang-orang yang tidak mumpuni namun mengemban tugas-tugas berat di pemerintahan.

"Kabinet ini kan, dengan segala maaf, Pak Jokowi kan tidak tahu bedanya antara organisatoris, EO, flamboyan, orang cari kerjaan," ujar Fahri, dikutip dari channel YouTube Fadli Zon Official.

"Ada tugas berat dikasih ke orang yang sebenarnya tidak mampu (mengembannya)," imbuhnya.

Fahri mengatakan, dalam susunan kabinet Jokowi-Ma'ruf terlalu banyak orang-orang titipan dari partai atau pihak lain yang sudah berperan memenangkan keduanya menjadi Presiden dan Wakil Presiden terpilih.

"Sadar atau tidak dengan titipan itu, mungkin juga presiden menerima itu sebagai suatu given, 'karena ini ada koalisi maka Anda harus terima partai-partai, karena "si ini" pernah jadi tim sukses maka Anda harus terima'," ujar Fahri.

Akibat hal tersebut, Fahri menyebut ada beberapa fungsi kabinet yang hilang dan menyebabkan kekacauan, salah satunya fungsi data dari kabinet.

"Saya tidak merasa presiden disuplai oleh data baik, waktu presiden diminta meredakan suasana akibat Omnibus Law, banyak datanya yang kacau. Dalam menangani Covid-19, presiden tidak memiliki akses data yang baik," kata Fahri.

Masalah lain yang muncul menurut Fahri ialah ketiadaan konsolidator yang efektif. Ia menyayangkan, selama ini konsolidator yang ada hanya Luhut Binsar Panjaitan, sedangkan yang lain tidak muncul.

"(Penanganan) Covid-19 itu kan seharusnya di bawah Menkokesra, tapi diambil oleh Pak Luhut. Ekonomi harusnya di bawah Airlangga Hartarto (Menko Perekonomian), tapi dikoordinir oleh Pak Luhut. Pak Luhut pun bicara soal demonstrasi, padahal ada Menkopolhukam," ujar Fahri.

"Jadi Pak Luhut ini bisa dibilang koordinator para Menko," ucap Fahri yang disambut tawa Fadli Zon.

"Ini berarti setingkat Perdana Menteri," ucap Fadli Zon sambil tertawa.

Setelah menyindir Menteri Luhut, Fahri pun menyebut nama Menkopolhukam, Mahfud MD. Fahri menyayangkan, peran Mahfud di dalam kabinet tidak sesuai dengan yang dia harapkan.

"Dengan usia, dengan posisi terakhirnya, dia harusnya adalah penasihat bagi suatu pemerintahan yang bersikap tenang, percaya diri, terarah, mantap, itu yang saya tidak lihat," tutur Fahri.

Hilangnya beberapa fungsi tersebut dari suatu kabinet pemerintahan, menurut Fahri, akan selalu memunculkan letupan-letupan.

[Selengkapnya Video]

[PR]