Erdogan Bakal Mengakui Rezim Kudeta As-Sisi?


Erdogan Bakal Mengakui Rezim Kudeta As-Sisi?

Oleh: Dr. Nandang Burhanudin

Jika suatu waktu, Presiden Erdogan terpaksa mengakui pemerintahan kudeta AsSisi, maka akan terjadi hal-hal berikut:

1. Mesir bersedia menata ulang perbatasan laut dengan Yunani. Mesir diuntungkan dengan kembalinya hampir ribuan mil laut, dampak dari kerjasama yang asal-asalan sekedar melawan Turki.

2. Turki diuntungkan dengan menghindari konflik head to head melawan negara-negara berpenduduk Muslim seperti Mesir, Saudi dan UAE. Prinsip Turki seperti nasihat Sultan Sulaiman Syah dan Ertugrul, "Senjatamu bukan untuk digunakan berhadapan dengan sesama Muslim."

3. Jika sikap Turki mengakui AsSisi sebagai upaya menyelamatkan Mesir dari kebijakan salah urus, maka Ikhwanul Muslimin yang selama ini mendapat perlindungan dari pemerintah Turki, akan menjadi pihak yang "tersisih."

4. Namun konflik internal IM yang hingga tujuh tahun tidak memiliki titik temu dalam menentukan sikap melawan AsSisi, plus tidak adanya dukungan internasional terhadap penderitaan IM, selain hanya dari Turki dan Qatar, membuat Turki harus lebih realistis.

5. Sikap realistis yang boleh jadi pragmatis, disebabkan arah kebijakan AsSisi semakin condong ke Israel dalam kasus Palestina, memilih bersama Yunani di Mediterania kendati Mesir dirugikan, lalu membackup secara gelap mata pemberontak Haftar di Libya dan lebih memilih bersama Perancis demi melawan Turki.

6. Kebencian AsSisi kepada Turki, hingga rela menyerahkan jatah pesawat Rafael Perancis yang seharusnya bagian dari pesanan Mesir, 6 dari 13 pesawat diserahkan lebih dahulu kepada Yunani. Kemudian aktif memprovokasi negara-negara Afrika, menutup mata atas kerugian milyaran kubik air Nil yang dibendung Eritrea.