SIAPA DIBALIK TABLOID "INDONESIA BAROKAH" ???


[PORTAL-ISLAM.ID] Tabloid "INDONESIA BAROKAH" sedang menjadi sorotan publik di tengah Pilpres 2019.

Tabloid yang berisi adu domba Umat Islam dan kampanye hitam terhadap capres Prabowo ini dikirim ke masjid-masjid dan pesantren-pesantren lewat Pos yang sudah terungkap biaya kirim mencapai Rp 1,4 Miliar.

Kepala Pos: Biaya Pengiriman Tabloid Indonesia Barokah Rp 1,4 M
https://news.detik.com/jawatimur/4400688/kepala-pos-biaya-pengiriman-tabloid-indonesia-barokah-rp-14-m

Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) memerintahkan kepada seluruh pengurus masjid yang telah menerima tabloid Indonesia Barokah untuk segera membakar tabloid tersebut. Sebab, tabloid itu dianggap sebagai media penyebar hoax.

JK Perintahkan Pengurus Masjid Bakar Indonesia Barokah
https://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/19/01/26/plxc53428-jk-perintahkan-pengurus-masjid-bakar-indonesia-barokah

Tabloid ini sudah dilaporkan ke polisi.. sebagaimana pernyataan Jokowi saat Debat pertama bahwa kalau ada pelanggaran laporkan saja...

Namun laporan ini ditolak polisi...

Polisi Tolak Laporan Pendukung Prabowo soal Tabloid Indonesia Barokah
https://kumparan.com/@kumparannews/polisi-tolak-laporan-pendukung-prabowo-soal-tabloid-indonesia-barokah-1548410816499647920

Begitu juga dengan Bawaslu yang malah menyatakan tidak ada unsur kampanye di tabloid Indonesia Barokah.

Bawaslu: Tak Ada Unsur Kampanye di Tabloid Indonesia Barokah
https://news.detik.com/berita/4400108/bawaslu-tak-ada-unsur-kampanye-di-tabloid-indonesia-barokah

LALU SIAPAKAH DI BALIK TABLOID YANG MERESAHKAN PUBLIK TERUTAMA UMAT ISLAM INI???

Front Pembela Islam (FPI) melalui akun twitternya mengunggah Hasil Investigasi terhadap Tabloid Indonesia Barokah.

Dalam hasil investigasi yang disampaikan FPI ini mencuat nama Ipang Wahid yang merupakan Wakil Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf.

Saat dikonfiormasi dan minta tabayyun hingga saat ini Ipang Wahid belum memberikan tanggapan.

Berikut video hasil investigasi yang disampaikan FPI di akun twiternya (@LembagaF):