CATAT!! Rocky Gerung: Prabowo Akan Saya Kritik 12 Menit Setelah Dilantik


[PORTAL-ISLAM.ID] Rocky Gerung tampil orasi di acara Deklarasi Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia Mendukung Prabowo-Sandi di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, Sabtu 26 Januari 2019.

Rocky mengaku kerap mendapatkan kritikan lantaran hanya mau berbicara di forum pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Menurutnya dia mau berbicara di forum tersebut lantaran ingin mengkritik kekuasaan.

"Mereka bilang, kenapa enggak bicara di kami. Saya bilang undang saja ke markas Pak Jokowi dan saya akan kritik kekuasaan juga. Mereka pikir ketika saya akan bicara di situ, saya akan kritik Prabowo. Ya enggak lah," kata Rocky.

Rocky menegaskan yang akan dikritik itu adalah penguasa siapapun yang berkuasa.

"Pak Prabowo itu akan saya kritik 12 menit setelah dia dilantik. Catat jejak digital hari ini," tegasnya.

Menurut Rocky, kritik pedasnya kepada Jokowi bukanlah Jokowi sebagai seorang pribadi, melainkan Jokowi sebagai penguasa dan kebijakannya.

"Saya ini juga bukan tim sukses dari Prabowo-Sandi. Tapi saya ingin Prabowo dan Sandiaga sukses di Pilpres 17 April mendatang," kata dia, yang disambut tepuk tangan dari ribuan audiens.

Dalam acara Deklarasi Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (APTSI) untuk pemenangan Prabowo-Sandiaga itu, Rocky menegaskan bahwa ia ingin mengembalikan kampus sebagai tempat mengolah pikiran.

"Kampus yang berpikir akan memudahkan kita untuk menyeberangkan milenial ke era 2024 ke depan. Karena di era itu, konfrontasinya adalah konfrontasi pikiran dan argumen," ujarnya.

Rocky mengaku sangat 'ngotot' supaya akal sehat diedarkan di kampus, karena fungsi kampus adalah mengedarkan akal sehat. Menurutnya, akal pikiran adalah inti dari demokrasi. "Bagaimana mungkin orang gila disuruh membuat kebijakan. Akalnya itu tidak cukup," ungkapnya.

Ia menegaskan, sudah menjadi tugas kaum intelektual, yang hadir pada deklarasi tersebut untuk dipersatukan dalam keinginan inventing the future, sambil mengingat masa lalu. Sebab, tugas intelektual adalah untuk menghubungkan masa lalu dengan masa depan melalui akal pikiran.

"Akal pikiran adalah satu-satunya fasilitas yang diberikan secara gratis. Jadi mereka yang enggak punya akal, mungkin tidak hadir saat Tuhan memberikan. Mungkin mereka lagi di gorong-gorong, lagi selfie di pantai, atau mungkin lagi cukur di bawah pohon," sindirnya.

"Kalau 17 Agustus itu hari kemerdekaan bangsa. Tapi nanti 17 April, itu adalah hari kemerdekaan akal sehat," tegasnya.

"Saya hadir disini bukan untuk bagi-bagi sertifikat tanah. Yang akan saya bagikan adalah sertifkat akal sehat," ujar Rocky yang disambut riuh tepuk tangan.

Simak selengkapnya video orasi Rocky Gerung: