Kritik Mobil Esemka Penuh Kebohongan, Said Didu Ingin Buat Monumen


[PORTAL-ISLAM.ID]  Mantan sekretaris BUMN, Said Didu, mengkritik kemunculan mobil Esemka yang didengungkan Presiden Joko Widodo. Menganggap mobil Esemka hanya kebohongan, Said Didu ingin membuat monumen sebagai simbol.

"Menurut saya, itu 4 kebohongan yang ditutupi saat meluncurkan mobil Esemka," kata Said Didu saat diskusi 'Mewujudkan Mobil Nasional bukan Pencitraan Seperti Mobil Esemka' di Media Center Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Jl Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu 22 Januari 2019.

Said Didu menjelaskan kebohongan-kebohongan itu antara lain soal klaim teknologi. Menurutnya, teknologi di mobil Esemka masih milik orang lain.

"Bahwa seakan-akan teknologi Esemka sudah dimiliki semua ternyata adalah teknologi orang lain," tambahnya.

Selanjutnya, soal klaim pemerintah mampu produksi mobil Esemka. Menurut Said, pemerintah belum mampu memproduksi. Esemka disebutnya hanya dijadikan merek, padahal mobil tersebut diproduksi luar negeri, hanya perakitannya yang dilakukan di Indonesia.

"Tapi yang paling mendasar adalah mengatakan ini sudah mobil produksi Indonesia, padahal bukan itu kan produksi perakitan yang di bikin oleh Esmeka. Hampir semua orang bisa membuat mobil tapi memproduksi mobil tidak gampang," sebut Said.

Ia kemudian ingin membuat sebuah monumen dengan patung mobil Esemka. Monumen itu, kata Said Didu, sebagai simbol kebohongan pemerintah.

"Saya mau bikin patung antikebohongan adalah Esemka itu," ujarnya.

Said Didu mengatakan pemerintah ke depan harus mampu merancang industri mobil nasional. Ia menambahkan industri mobil nasional bisa mengadopsi cara dalam industri pesawat.

"Supaya bisa cepat maka cari industri mobil yang sudah menguasai ini dan bekerjasama untuk membentuk membuat mobil nasional. Seperti halnya Boeing, mereka tidak pernah bikin mesin, Airbus juga begitu, jadi seperti membuat industri pesawat. Jadi mesinnya kira-kira siapa perancangnya ini penting," pungkasnya.

Sumber:  Detik
Baca juga :