INILAH Sosok Prabowo Sbianto di Mata Djoko Santoso


[PORTAL-ISLAM.ID]  Kebersamaan Calon Presiden Prabowo Subianto dengan mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Djoko Santoso sudah terjalin lama. Keduanya pun sering tampil bersama di depan publik.

Prabowo dan Djoko Santoso ibarat kawan seiring. Seiya, sekata. Yang satu melengkapi yang lain.

Berikut perbincangan teropongsenayan.com dengan Djoko Santoso tentang sosok Prabowo Subianto:

Sebagai sesama prajurit, tentu banyak momentum kebersamaan Anda dengan Prabowo. Namun, adakah momentum khusus yang meninggalkan kesan mendalam?

Ada. Pada tahun 1980, saya pernah ditugaskan dalam operasi di kawasan Timor Timur bersama Bapak Prabowo Subianto. Saat itu adalah saat dimana teman-teman seangkatan saya mulai mendapatkan kesempatan bergilir untuk ikut seleksi pendidikan Sekolah Komando Angkatan Darat (SESKOAD). Sementara itu tugas telah berjalan selama lebih kurang 6-7 bulan (setengah waktu bertugas operasi). Ketika hal tersebut diketahui oleh atasan saya, yang saat itu adalah Bapak Prabowo Subianto, maka dengan spontan Bapak Prabowo Subianto memerintahkan kepada saya agar segera pulang dan ikut pendidikan Sekolah Komando Angkatan Darat (SESKOAD).

Bagaimana respons Anda?

Saya jawab, "Nanti saja pak. Nanti bapak tidak ada kawannya di daerah pertempuran"

Reaksi Pak Prabowo?

Lalu Bapak Prabowo menjawab, "tidak apa-apa pulang saja supaya kamu tidak tertinggal dengan kawan-kawanmu". Dengan yakin Bapak Prabowo memerintahkan saya pulang untuk mengikuti seleksi sekolah Komando Angkatan Darat (SESKOAD).

Apa efek perintah tersebut untuk Anda?

Sampai sekarang Pak Prabowo bangga terhadap saya karena saya anak buahnya yang mencapai karir
tertinggi.

Dari perintah tersebut, apa yang bisa Anda nilai tentang sosok Pak Prabowo?

Itulah kekuatan sekaligus kelemahan dari sosok Pak Prabowo. Sebagai seorang pemimpin beliau selalu mengedepankan kepentingan anak buahnya.

Menurut Anda, seorang pemimpin harus memiliki karakter seperti itu?

Menurut saya, sosok pemimpin sudah seharusnya seperti itu, memiliki jiwa yang jujur dan nilai-nilai sportifitas yang tinggi. Mengedepankan kepentingan anak buah daripada kepentingan pribadinya. Berani berkorban demi kepentingan anak buah atau prajuritnya. Indonesia butuh pemimpin yang betul-betul memiliki jiwa ksatria, jujur dan sportif seperti Pak Prabowo.