Warganet: Pelajar Iseng Hina Presiden Langsung Ditangkap Perlakuan Seperti Teroris, Beda Perlakuan Kalau China Ancam Bunuh Jokowi


[PORTAL-ISLAM.ID] Diduga menghina presiden Joko Widodo di akun media sosial, seorang pelajar di Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, berinisial SR (Tengah), ditangkap polisi, Minggu (16/9/2018).

Di dalam aku media sosial facebooknya, SR yang merupakan warga Kelurahan Bonemarambe, Kecamatan Mawasangka Timur, Kabupaten Buton Tengah, menulis dengan kata yang tak pantas terhadap seorang kepala Negara.

“Dari pemeriksaan, yang bersangkutan iseng, kemudian ingin menunjukkan punya sikap tertentu terhadap pemerintah. Secara keseluruhan, dia lakukan itu karena iseng saja,” kata Kapolres Baubau, AKBP Daniel Widya Mucharam, Minggu (16/9/2018).

Link: https://regional.kompas.com/read/2018/09/16/19233051/iseng-hina-presiden-di-medsos-seorang-pelajar-ditangkap-polisi

***

Melihat foto SR yang ditangkap dengan pakai penutup kepala, sontak publik membandingkan dengan kasus yang pernah heboh dimana seorang warga keturunan China bernama Roy menghina dan mengancam bunuh Jokowi.

"Kalau anak cina hina dan sampai ancam bunuh dikatakan hanya lucu-lucuan dan kasusnya nguap entah ke mana.

Kalau anak Buton, iseng, ditangkap borgol dan diperlakukan bak teroris..

Kasihan," ujar Kang Bari (@Zumpio) menanggapi penangkapan dan perlakuan terhadap SR.



Seperti diketahui, warga keturunan china Roy mengancam akan membunuh Presiden Jokowi, ancaman itu direkam dalam bentuk video dan disebarkan di media sosial.

Dalam rekaman itu, Roy mengatakan ingin membunuh Jokowi dengan cara yang keji, yakni menembaknya, memancung kepalanya dan membakar rumahnya.

"Gua tembak, ini kacung gua. Gua pasung kepalanya. Jokowi gila. Gua bakar rumahnya, Presiden Jokowi, gua tantang elu, cari gua 24 jam, kalau elu enggak cariin gua, gua menang," seperti itulah kutipan ucapan Roy.

Namun, tak ada foto-foto Roy diborgol, digelandang oleh polisi, apalagi ditutup kepalanya dan dipamerkan ke publik seperti kasus-kasus serupa.

Yang ada malah Roy dan Orangtuanya menyampaikan permintaan maaf melalui video. Gitu doang.

WAJAR kalau publik mempertanyakan Keadilan Hukum saat ini.

[Video ancaman Roy]