MUI Desak Kepolisian Mengusut Tuntas Pengedit Video Tewasnya Suporter Persija dengan Ditambahi Kalimat Tauhid


[PORTAL-ISLAM.ID] JAKARTA – Kasus pengeroyokan suporter Persija hingga meninggal dunia dimanfaatkan oleh orang tak bertanggung jawab dengan mengedit video tersebut dengan penambahan teriakan takbir dan Laa Ilahaillallah.

Video hoax pengeroyokan Haringga Sirla yang diiringi kalimat tauhid beredar luas di media sosial. Hal ini  dianggap Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi sebagai sebuah penghinaan terhadap ajaran Islam.

“Tindakan tersebut selain tidak sesuai dengan ajaran Islam juga merupakan bentuk penghinaan terhadap kesucian ajaran Islam,” tutur Zainut dalam keterangan tertulisnya, Jumat (28/9/2018).

Untuk itu Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta kepolisian mengusut tuntas pihak pengedit video dengan ditambahi kalimat takbir dan tauhid. Karena hal itu sangat rentan dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk memancing isu SARA dan membuat kegaduhan.

Suporter Persija Haringga Sirla meninggal setelah dikeroyok Bobotoh sesaat sebelum duel Persib vs Persija, Minggu (23/9). Tewasnya Haringga akibat ulah Bobotoh ini juga berdampak kepada penghentian Liga Indonesia secara sementara.

Tindakan yang dilakukan Bobotoh terhadap suporter Persija itu sangat disayangkan oleh MUI.

MUI kemudian mendoakan agar Haringga dapat beristirahat dengan tenang dan diampuni dosanya.

“MUI juga mendoakan semoga almarhum Haringga Sirla husnul khotimah, diampuni semua dosanya, diberikan tempat yang layak disisi Allah SWT. Kepada keluarga almarhum kami menyampaikan duka yang sangat mendalam semoga Allah SWT memberikan kesabaran dan ketabahan,” pungkasnya.