Gelombang Anti-Amerika Meluas di Turki, Warga Ludahi dan Bakar Dolar


[PORTAL-ISLAM.ID] Gelombang anti-Amerika muncul di Turki, pasca Presiden AS Donald Trump menabuh genderang perang ekonomi dengan Turki.

Di ruas jalan tempat belanja eceran utama di Istanbul, seorang lelaki menyatakan, “Kami akan membuat warga Amerika bertekuk lutut,” sambil membakar uang kertas dolar di hadapan kamera-kamera TV. Luapan kemarahan anti-Amerika terasa di berbagai penjuru Turki.

Di Adana, kota di bagian selatan, seorang lelaki menyatakan akan memboikot produk-produk Amerika sambil membakar uang dolar Amerika.

Di video yang beredar di media sosial, seorang lelaki dengan palunya menghancurkan sejumlah iPhone.

Presiden Recep Tayyip Erdogan menyatakan serangan terhadap ekonomi Turki tak ubahnya serangan terhadap lambang negara dan lantunan azan.

“Serangan terhadap ekonomi kita tidak ada bedanya dengan serangan langsung terhadap bendera kita dan seruan adzan,” kata Erdogan hari Senin. “Tujuannya tidak berbeda. Ini untuk membuat Turki dan rakyat Turki lemah.”

Warga Turki mendukung tindakan pemerintah Presiden Recep Tayyip Erdogan yang berusaha menstabilkan krisis ekonomi.

Koordinator Ekonomi dari Kedutaan besar Republik Indonesia (KBRI) di Ankara, Turki, Sebastianus Sayoga mengatakan bahwa masyarakat Turki mengerti bahwa krisis ekonomi ini disebabkan oleh Amerika, sehingga masyarakat sangat mendukung pemerintah.

"Dalam beberapa kesempatan, dukungan masyarakat diberikan dengan cara sukarela menukarkan mata uang asing yang dimiliki mereka ke dalam lira, dan bukan sebaliknya melakukan rush pembelian dolar besar-besaran di money changer di Turki, sebagai langkah memenuhi himbauan dari Presiden Erdogan terkait national struggle," kata Sayoga saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (22/8/2018).

[Video - Rakyat Turki Ludahi, Jadikan Lap Ingus, dan Bakar Dolar sebagai Perlawanan terhadap AS]