Pidato Presiden Soekarno: Subur, Subur, Suburlah PKI


Sebelum meletus G30S/PKI, Presiden Soekarno hadir pada peringatan HUT PKI ke-45 tanggal 23 Mei 1965 di Istora Senayan. Dalam acara itu Soekarno dan Aidit (Ketua PKI) berangkulan mesra.

Pidato Soekarno dalam Ulang Tahun PKI ke-45:

"Tadi telah disitir oleh Kawan Aidit apa sebabnja menurut pendapat saja PKI mendjadi besar, PKI ndoro, ndoro itu, lihat tangan saja lho, mendjalar, mendjalar, mendjalar, mendjalar. PKI mendjadi kuat, PKI menjadi sekarang beranggotakan 3 djuta, pemudanja 3 djuta, simpatisannja 20 djuta. Apa sebabnja PKI demikian? Jalah oleh karena PKI adalah konsekwen progresif revolusioner (tepuk tangan). Nah, sudah barang tentu saudara², saja jang berpendapat bahwa revolusi Indonesia ini tidak dapat diselesaikan djikalau tidak digabungkan mendjadi satu semua, semua, semua tenaga progresif revolusioner, saja merangkul PKI, saja berkata PKI, jo sanakku, jo kadangku, jen mati aku melu kelangan (tepuk tangan)."

*jen mati aku melu kelangan (Kalau PKI mati, saya ikut kehilangan)

Masyumi diBUBARkan...
PKI diSUBURkan ...





Baca juga :