Ibu Dian: Yang Kontra Penguasa Ditangkap Agar Sikap Kritis Publik Berhenti? Salah Besar!


[PORTAL-ISLAM.ID] Seorang ibu-ibu aktivis Aksi Bela Islam, ibu Asma Dewi Ali Hasjim ditangkap dengan pasal UU ITE dan kini ditahan di Polsek Gambir.

(Baca: Emak-emak Aktivis Aksi Bela Islam Ditangkap Polisi)

Dian Anggraeni Umar, seorang trainer dan praktisi komunikasi yang malang melintang di dunia kehumasan lebih 20 tahun (pernah menjadi PR Manager Sheraton Hotel dan Marketing Communication Manager Harian Kompas), dan kini bangga menjadi bagian yang turut menyuarakan kebenaran mengungkapkan penangkapan mereka yang kontra penguasa tak akan menyurutkan publik untuk terus kritis.

Melalui akun fb-nya (10/9/2017) ibu Dian menyatakan:

"Mengapa pemerintah begitu ketakutan dikritik publik? Akun-akun socmed yang kritis diberangus, orang-orangnya ditangkapi sampai dipenjarakan.

Pemerintah yang bijak akan mengoreksi diri mengapa publik tiada henti berteriak. Kalau solusinya dengan menangkapi orang-orang yang kritis dan dianggap akan menghentikan sikap dan perilaku publik, salah besar! Justru sebaliknya publik akan semakin resisten dan mempertinggi ketidaksukaan dan ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah.

Dulu mahasiswa dan media massa masih berperan sebagai social control, sekarang mereka sudah mati suri. Peran social control bergeser ke publik dan ini hal yang wajar. Beropini dan berpendapat merupakan hak asasi manusia dan dilindungi undang-undang. Hanya karena ingin bebas berkuasa, lantas menindas hak publik yang mendasar, masa cara berpikir publik dikebiri?

Pemerintah saat ini hanya berkomunikasi dengann publik pendukungnya, dan tidak ada upaya untuk merangkul publik yang kontra, malah cenderung 'menindas' dengan semena-mena. Memaksakan persepsi versi mereka.

Sementara orang-orang yang berada di kubu pemerintah dibiarkan bebas berbuat dan dilindungi Victor Laiskodat, Niluh Djelantik, Denny Siregar, dosen AA?? Bahkan difasilitasi dan dijamu pula di Istana, perlakuan istimewa pemerintah terhadap publik pendukung semakin mempertinggi 'gap' dengan publik yang kontra."

Demikian dituturkan lulusan Master Kehumasan UI ini.

Link: https://www.facebook.com/dian.umar/posts/10155583534141768

Mengapa pemerintah begitu ketakutan dikritik publik? Akun-akun socmed yg kritis diberangus, orang2nya ditangkapi sampai...
Dikirim oleh Dian Anggraeni Umar pada 9 September 2017