Neno Warisman: KAMI PARA IBU TIDAK TERIMA Ucapan Said Aqil "Melihat Film Porno Lebih Baik Dari Pada Menonton Ceramah Provokatif"


KAMI PARA IBU TIDAK TERIMA

(by Bunda Neno Warisman)

Wahai ummat...!
Seorang ulama dikenal masyarakatnya menyatakan, "Nonton pornografi lebih baik daripada dengarkan ceramah provokatif, karena nonton porno, sambil istighfar."

Hei ulama!
Makhluq apa kamu?
Minta maaf kau pada para ahli peneliti bahaya pornografi. Minta maaf kau pada para pendidik yang siang malam mencari solusi bagaimana menyelamatkan anak negeri ini.
Minta maaf kau atas kedegilanmu.

Ketahuilah Ummat...
Bahwa menonton pornografi bukan hal sepele dan tak pantas dibuat canda atau perbandingan. Apalagi perbandingan yang tak tepat sama sekali.

Ketahuilah wahai Ummat...
Menonton pornografi telah menjadikan kelumpuhan BREAKING SYSTEM pada Pre frontal cortex yang amat bernilai karena di bagian otak itulah ada yang kita sebut "kepemimpinan".
Di sanalah disusun setiap pengalaman dan interaksi kehidupan yang menjadikan si pemilik otak mengenal dan meyakini...
Ada salah dan benar. Ada adab. Ada moral. Ada baik dan buruk. Ada itikad mulia. Ada suara kebenaran yang jadi panglima.

Maka ketika seorang siapapun saja membandingkan dengan konyol, "menonton pornografi lebih baik daripada mendengar ceramah radikal" maka kami sarankan, periksakan dirimu.

Hei engkau yang semua orang berpikir kau ulama...periksa otakmu karena kesalahan berpikir pada otakmu itu mungkin telah akut. Fatal.
Mintalah neuroscientist memeriksanya
Jangan-jangan ada banyak kerusakan di sana.

Kami para ibu yang telah kelabakan dengan bahaya pornografi yang mengakibatkan luluh lantak moral, jiwa dan masa depan anak anak kami, kami tetap harus perjuangkan ini...

Kami menjaga harapan-harapan kami..agar anak anak kami dapat disembuhkan...dapat hidup normal kembali dan itu adalah seluruh jiwa ayah dan ibu ingin anak anaknya memiliki masa depan....

Karenanya kami percaya...hasil temuan para ahli perilaku otak telah memberi harapan, masih ada penangkal bencana yang dapat menyelamatkan generasi bangsa.

Jadi jika tiba-tiba dengan konyol kau berkata:
"Nonton pornografi lebih baik daripada mendengarkan ceramah provokatif karena nonton pornografi sambil istighfar.." dan hadirin tertawa bersamamu.
Begitu berita yang kami baca...
https://nasional.tempo.co/read/news/2017/05/23/173878085/nu-radikalisme-menyebar-ke-kampus-terutama-masjid-salman-itb

Maka
Kalau kejadian itu benar..
Celaka kau....celaka kumpulan orang orang seperti kau! Kalian semua. Meskipun berjuluk ulama... atau pejabat atau apapun saja...maka kami para ibu dan para pendidik nyatakan

KAMI TIDAK TERIMA!!!

KAMI ANGKAT BICARA!!!

Minta maaflah pada seluruh ilmuwan ahli otak yang meneliti kepentingan anak dan remaja tanpa mendapat upah...hanya karena cinta pada anak bangsa ini lalu mereka bekerja Mencari solusi dari musibah besar pornografi.

Stop kedegilan ini,
Dan catat.
Upaya kami tidak memandang agama atau ras. Setiap anak dan remaja berhak atas masa depan untuk diselamatkan dari bahaya yang merusak medisfungsikan Pre frontal cortex mereka dan apalagi bahaya besar penghancuran ini telah merata ke seluruh pelosok negeri...

Sedang kau ulama harusnya kau fahami anak negeri ini.
Bagaimana mungkin kau bisa menyatakan kalimat yang membuat kami bertanya
Selama ini otakmu kau pakai untuk berpikir apa sebenarnya?

Catat!
Anak dan remaja yang tercandu pornografi adalah anak anak yang tetap mampu prestatif di sekolah atau bangku kuliah... Namun mereka kehilangan kemampuan mengerem tindakan, itulah semua yang berkait dengan salah dan benar, moral, adab, akhlaq...
Yang dengan itu semualah seorang anak manusia dapat menjadi manusia yang mulia.

Kami sandang luka hati kami hari ini mendengar pernyataanmu yang menjadikan musibah raksasa pada anak negeri ini sebagai olok olok dan perbandingan yang tak pantas sama sekali.

Hei orang yang bernama ... Siapapun dirimu.
Pernyataanmu
Telah membuat kami kalap!
Kau betul betul somplak!!!
Kami akan tuntut kau di akhirat!!!

Tertanda,

PARA IBU GERAKAN IBU NEGERI dan semua ibu seluruh negeri yang peduli nasib anak bangsa. Sebagai bentuk hormat dan penghargaan kepada ibu Elly Risman Musa, dan para peneliti otak anak dan remaja di Yayasan Kita dan Buah Hati.