Duet Anies-Ahok Berpeluang daripada Duel

Duet Anies-Ahok Berpeluang daripada Duel

Oleh: Erizal

Tadinya saya juga berpikir, jangankan menduetkan, menduelkannya saja, antara Anies-Ahok sudah merupakan sesuatu yang ganjil. Seperti tak ada saja lagi orang lain di republik ini. Loe lagi loe lagi. Anies lagi, Ahok lagi. Apa tak bosan?

Tapi ternyata, setelah dipikir-pikir, menduetkan peluangnya justru lebih besar ketimbang menduelkan. Kendati Anies dan Ahok secara pribadi agaknya lebih mau diduelkan daripada diduetkan. Tapi peta politik partai pengusung agaknya lebih berpeluang untuk menduetkan daripada menduelkan.

Seperti Pilpres, tiket di tangan Anies itu bisa diperoleh baru dari NasDem, mungkin juga PKB. Sebagai bentuk ungkapan terima kasih atas meningkat tajamnya perolehan suara dua partai ini di Pileg. Tapi koalisi NasDem-PKB, belum cukup untuk mengusung Anies maju di Pilgub DKI Jakarta.

Sedangkan PKS masih wait and see. Bahkan sudah dinyatakan ingin mengusung kader sendiri. Di sinilah PDIP bisa masuk dengan nama Ahok. Toh PDIP juga butuh kawan koalisi, tak bisa maju sendiri.

NasDem dengan Ahok rasanya tidak ada masalah. PKB pun juga bisa ikutan. PKS akan tertinggal dan bisa saja terpaksa ikutan. Apalagi kalau PKS benar² berada di luar pemerintahan. Koalisi PKS dan PDIP bisa jadi akan menjadi keniscayaan politik.

Jadi, peta politik di tingkat nasional akan berpengaruh terhadap siapa calon yang akan diusung dan partai mana saja yang akan mengusung. Kendati PKS menjadi pemenang di Jakarta, tapi tetap tak bisa mengusung pasangan calon sendirian. Butuh kawan koalisi. Di situlah duet Anies-Ahok lebih berpeluang ketimbang duel antara Anies dan Ahok.

(*)

Baca juga :