PKB dan Demokrat sama-sama ngebet....

Ngebet Nyawapres

Oleh: Erizal

PKB dan Demokrat sama-sama ngebet. Ngebet agar Ketumnya segera dideklarasikan sebagai Cawapres. Gus Muhaimin untuk Prabowo, dan AHY untuk Anies. Tapi sampai sekarang, hal itu tak terwujud. Sementara, waktu berjalan terus.

Bila saat ini masih bulan Juni atau Juli, masih mendingan. Tapi sekarang sudah Agustus. Tak lama lagi September dan Oktober. Sudah kasip. Apa lagi yang ditunggu? Apa serius Anies akan mengambil AHY, dan Prabowo-Gus Muhaimin?

PKB paling ketar-ketir. Makanya paling lantang. Terutama, setelah Golkar dan PAN membuat pernyataan tak akan bergabung dengan koalisi Anies. Keduanya, bila tak ke koalisi Prabowo, maka pasti akan ke Ganjar. Peta makin jelas.

Bila salah satu saja, apakah Golkar atau PAN, bergabung ke Prabowo, maka itu akan menjadi saingan PKB berebut Cawapres. Apalagi, bila keduanya. Karena itu, PKB ingin segera dapat kepastian. Gus Muhaimin diambil atau tidak?

Bila tidak, PKB akan check out ke Ganjar. Lu gak jelas, gue lepas. Tapi, apa pasti juga kursi Cawapres Ganjar buat Gus Muhaimin? Belum tentu juga. Gertak sambal. Orang butuh PKB, tapi belum tentu butuh Gus Muhaimin sebagai Cawapres. Di situ dilema. 

AHY lebih berpeluang digandeng Anies. Karena tak ada pilihan lain. Bila bukan AHY, lalu siapa? Hampir tak ada nama setara. Tentu, sekalian tiket, ya. Bila Demokrat check out, maka Anies tamat. Karena itu, nunggu siapa lagi? Jangan-jangan, Anies ogah ambil AHY seperti Gus Muhaimin.

Ngebet Nyawapres, Capresnya? Entah. Tapi, bila Demokrat check out, mau ke mana pula? Ide perubahan yang disuarakan AHY selama ini, hendak ditumpangkan kepada siapa? Ini bisa berpengaruh pula pada suara Demokrat itu sendiri. Kalkulasi akan berjalan sampai akhir.

(*)
Baca juga :