Kisah Mualaf Martinez, seorang wanita Kristen Amerika Latin yang tinggal di kota Houston AS

[PORTAL-ISLAM.ID] Martinez, seorang Kristen Amerika Latin yang bertempat tinggal di kota Houston, AS.

Dia membaca Al-Qur'an dan merasa sangat nyaman dan berkata, "Apakah ini dari Setan (seperti yang dituduhkan)?"

Dia pergi ke pendeta dan mengaku bahwa dia membaca Al-Qur'an, dan mulai menangis.

Pendeta itu berkata kepadanya: Muslim tidak jahat, tetapi mereka tidak benar... Kami yang benar. Jangan meragukan agamamu; amalkan, tapi jangan ragu.

Martinez mengatakan dia tidak yakin dengan jawaban pendeta dan tidak menyukai tanggapannya. 

Dia melanjutkan penelitiannya tentang agama Islam dan membaca Al-Qur'an sampai dia mendapati dirinya dalam retret Katolik (bentuk kegiatan khas dalam pembinaan spiritual Gereja) membaca Al-Qur'an, bukan Alkitab.

Dan akhirnya dia masuk Islam.

Martinez berkata: Setelah saya masuk Islam, Saya merasa sangat kesepian selama Ramadhan pertama saya. Saya takut memberi tahu ayah saya bahwa saya telah masuk Islam. Tapi kemudian saya diperkenalkan dengan sekelompok Muslim baru Latino yang saling mendukung satu sama lain sepanjang Ramadhan dan sisa tahun ini.

Zolaica Martinez berkenalan dengan sejumlah "Muslim baru" dan mengundang mereka untuk sarapan di rumahnya. Kelompok itu mengobrol satu sama lain dalam bahasa Spanyol dan Inggris tentang alasan masing-masing dari mereka masuk Islam.

Mereka mengatakan bahwa yang paling menarik bagi mereka untuk masuk Islam adalah rasa hormat kepada wanita, kesederhanaan Islam, dan fakta bahwa mereka dapat berdoa (beribadah) langsung kepada Tuhan tanpa perantara.

Martinez mengatakan: Saya bertemu mualaf, baru dan lama, hampir setiap minggu, dan saya bertemu dengan seorang gadis yang bertanya tentang jilbab, dia bilang dia selalu tertarik pada Islam, setelah beberapa hari, gadis itu bersama saya shalat di Masjid.

Sumber: The Houston Chronicle.

✍️ Ali Abdel Razek Abdel Fattah
(Peneliti dalam urusan muslim baru)