Shopee, Tokopedia, dkk & Kemunafikan

Shopee, Tokopedia, dkk & Kemunafikan

Oleh: Tere Liye

Jika kamu copet, lantas kamu copet di terminal. Ketahuan. Wah, dik, kamu bisa dibakar habis oleh massa yang marah.

Tapi jika kamu marketplace, dengan gelar unicorn, penjualan ratusan trilyun per tahun, kamu jadi surga bagi maling2, penjual2 buku bajakan, produk ilegal, KAMU bisa berlindung dibalik prosedur marketplace yg ditentukan sepihak.

Aman.

Setahun terakhir, perang melawan buku bajakan di marketplace ini TIDAK pernah maju secara signifikan. Saya bersama tim, sudah mengirim 2.000 lebih daftar toko buku bajakan ke Shopee, Tokopedia, Lazada, Bukalapak, dll, dsbgnya. 2.000 lebih! Kamu kira itu sedikit. Menghabiskan waktu berhari2, memeriksa semua maketplace ini.

Apa solusi dari unicorn2 ini?

Paling mentok hanya bersedia menghapus produk2 tsb. Tapi apakah pernah toko2 ini mereka laporkan ke polisi, penegak hukum? Ngimpi. Bahkan untuk mem-ban permanen toko2 ini saja mereka butuh drama. Berlindung dibalik SOP sepihak, sistem pon, dan semua omong kosong lainnya. Dan lebih epic lagi, ada loh marketplace yg bahkan TIDAK membalas pesan laporan kami. Yes! Staf2 unicorn dgn gaji mahal ini, mereka TIDAK peduli soal hukum produk ilegal. Yes! Karena ini Indonesia. Mereka bisa santai, aman2 saja.

Ketahuilah,

Jika kamu copet, kamu ketahuan nyopet di terminal, dik, kamu bisa mandi darah, mampus digebuki banyak orang.

Tapi jika kamu berjualan buku2 bajakan, produk2 ilegal, kamu jual di Shopee, Tokopedia, dll, dsbgnya. Tenaaang. Paling sial cuma dihapus produk kamu. 1 menit kemudian kamu bisa posting ulang, bisa daftarkan toko baru dgn data2 sebelumnya. Enak toh?

Inilah kemunafikan marketplace. Termasuk pembeli2 produk2 ilegal. Orang2 ini, tdk sedikit pun merasa bersalah telah mencuri. Copet hanya mencuri 1-2 dompet. Kalian, mencuri jutaan produk orang lain. Secara sistematis, menjadi industri besar. Dan 'dilindungi'.

Pikirkanlah. Semoga kepala pintar itu masih punya nurani dan sedikit moralitas. Berpihak pada kebenaran dan keadilan.

*foto dari screenshot Shopee, yg hingga hari ini, tetap berpesta pora penjual buku bajakan. 

(fb)