Alamak! Nekat Potong Upah Pekerja Konstruksi 50%, Mandor Proyek IKN Kebanggaan Jokowi Kabur

[PORTAL-ISLAM.ID]  Sebanyak 13 orang pekerja konstruksi di Ibu Kota Nusantara (IKN) memilih pulang ke rumah karena upah yang tidak sesuai.

Kabid Humas Polda Kalimantan Timur, Yusuf Sutejo mengatakan 13 orang pekerja konstruksi tersebut saat ini sudah diantarkan pulang oleh Kapolsek setempat ke kampung halamannya yang terletak di Jawa Timur.

"Iya betul (13 pekerja konstruksi pulang kampung), sudah pulang ke Jawa di bantu kapolsek naik kapal dini hari Kamis," ujar Yusuf saat dihubungi, Minggu (11/12/2022).


Yusuf menjelaskan, di awal kontrak para pekerja tersebut dijanjikan mendapatkan bayaran sebesar Rp150 ribu, namun setelah bekerja di IKN ternyata sang mandor malah memotong upah para pekerja hingga hampir 50%.

"Mereka dijanjikan pada saat di Jawa Rp150 ribu/hari tapi setelah bekerja di IKN ternyata hanya di bayar Rp80 ribu/hari," sambungnya.

Adapun, Yusuf mengatakan pihak kepolisian akan memburu mandor tersebut untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

"Mandornya sudah kabur dan mereka (pekerja konstruksi) hanya minta tolong untuk pulang ke Jawa. Kita berusaha (memburu mandor)," pungkasnya.

Seperti diketahui, saat ini pemerintah mulai melakukan pengerjaan konstruksi IKN tahap pertama.

Pembangunan dikebut sebab targetnya pada tahun 2024 paling tidak sudah bisa rampung untuk tahap pertama. 

Lebih Jadi Proyek Kemegahan, IKN Nusantara Sepi Investor

Direktur Eksekutif Next Policy, Fithra Faisal, mengakan pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara kurang menarik di mata investor.

Menurutnya, pembangunan IKN Nusantara adalah proyek kemegahan suatu negara yang tidak memiliki dampak komersial tidak terlalu tinggi.

Fithra mengatakan return of investment dari proyek infrastruktur di seluruh dunia memiliki range antara 15-24%. 

Namun untuk IKN Fitra menduga masih berada dibawah angka tersebut. 

"Itulah yang menjadikan SoftBank menarik diri, bahwa kecenderungan aspek komersial bisnis itu cukup terbatas. Itu saya rasa menjadi pertimbangan berat untuk para investor. Jadi saya tidak terkejut ketika Soft bank menarik diri, karena memang ini projek yang tidak terlalu menguntungkan," ujar Fitra dalam Market Review IDXChanel Senin (28/3/2022). 

Selain itu menurut Fitra, saat ini banyak investor yang lebih memperhatikan aspek sustainability dan green econony dan aspek lain yang mendukung penanggulangan krisis iklim. 

Sedikit atau banyak Indonesia akan kehilangan fungsi hutan Kalimantan sebagai paru-paru dunia yang disebabkan oleh penebangan pohon untuk pembangunan IKN.

"IKN ini dibangun di tengah hutan, oke itu konsepnya adalah green, tetapi kan ketika dibangun di tengah hutan, berartikan ada hutan yang dipangkas, ini juga menjadi concern sebagian besar investor," sambungnya. [mnc]