Lucu juga mendukung Anies dituding 'menuhankan Anies', hanya gara-gara Anies dianggap tak tau balas budi sama Prabowo

Lucu juga yang dukung Anies disebut menuhankan Anies, disebut dungu tak bertepi, dianggap syahadatnya bertambah, hanya karena memilih mendukung Anies.

Laqob-laqob (sebutan-sebutan) seperti diatas ini muncul karena Anies dianggap tidak tau balas budi terhadap Prabowo.

Narasi-narasi seperti ini perlu kami luruskan biar informasinya berimbang, silahkan netizen mau bersepakat dengan saya atau bersepakat dengan pihak lain itu pilihan masing-masing.

Saya tidak menihilkan jasa Prabowo dalam mendukung Anies jadi Gubernur, tapi bukan yang paling berjasa, kalau cuma modal dukungan PS, diatas kertas Anies pasti kalah. 

Yang menentukan kemenangan Anies Sandi adalah kuasa Allah yang membuat Ahok tergelincir pada kasus pidana penistaan agama, dan yang paling berperan adalah para ulama dan para Habaib Jakarta dan seluruh Indonesia dalam "menggulingkan" kekuatan Ahok. 

Anies sangat tahu kepada siapa dia harus balas budi, kami melihat hubungan antara Gubernur DKI masa Anies dengan ormas Islam dan para ulama di Jakarta sangat baik. 

Peran Prabowo itu sama seperti peran para politisi partai pendukung lainnya, bukan penentu kemenangan Anies Sandi di Jakarta, jadi tidak perlu harus balas budi dengan cara tidak mencalonkan diri sebagai Capres demi Prabowo.

Saya sejak awal mendengar Anies dicalonkan Nasdem, sikap saya jelas, memilih mendukung Anies karena ini beberapa alasan.

Anies yang dulu diisukan sebagai sosok SEPILIS (Sekuler, Pluralis dan Liberalis) sepanjang menjadi Gubernur DKI hal itu tidak terbukti, tentunya asumsi itu kalah dengan fakta yang dzohir.

Anies menunjukkan komitmen dan loyalitasnya terhadap kelompok islamis di Jakarta, hubungannya sangat baik, nyaris tidak pernah mendengar ada ormas Islam yang demo ke kantor Gubernur, bahkan Anies memfasilitasi dan selalu hadir ditengah-tengah kelompok lintas ormas dan manhaj, dari majelis sholawat sampai kajan salafy.

Hubungan Anies dengan tokoh-tokoh Islam yang domisili di Jakarta juga sangat baik, ini adalah modal besar buat Anies mendapat dukungan dari kalangan Islam.

Kekurangan tentunya ada, tapi point diatas buat saya pribadi ini sudah cukup.

Bukan karena menuhankan Anies apalagi menambah syahadat ya, karena sejauh ini melihat rekam jejak Calon yang lain belum ada yang lebih baik, ini pandangan pribadi saya, silahkan jika anda punya pandangan sendiri.

Foto di atas sinyal buat anda bagaimana arah kedepannya para Habaib dan ulama kita sikapnya terhadap pencalonan Anies sebagai Capres. 

(Oleh: Kang Irvan Noviandana)