Daripada Menaikkan Harga BBM, Susi Pudjiastuti: Mending Bubarkan Lembaga yang Tidak Penting

[PORTAL-ISLAM.ID]  Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti buka suara soal rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite. 

Sebagaimana diketahui, harga BBM jenis Pertalite saat ini adalah 7.650 per liter. Beredar kabar harga BBM yang mengandung RON 90 itu akan dinaikkan hingga Rp10.000 per liter. 

Menurut Susi Pudjiastuti, ketimbang menaikkan harga Pertalite, lebih baik pemerintah melakukan penghematan dalam pengeluaran negara. 

Salah satu contoh penghematan yang bisa dilakukan, kata Susi, yaitu membubarkan lembaga-lembaga yang tidak penting, serta melakukan merger terhadap Kementerian/lembaga yang tupoksinya hampir sama. 

"Penghematan juga perlu dilakukan institusi Pemerintah, supaya anggaran tidak berat.. Bubarkan lembaga2/ komisi2 yg tidak diperlukan & tidak signifikan keberadaannya. Bila perlu Departemen di Merge. Kejakgung & Kemenkumham, Deperindag & Industri jdkan direktorat Dagli dll," kata Susi Pudjiastuti di akun twitter pribadinya @susipudjiastuti.

Langkah penghematan pemerintah, menurut perhitungan Susi, akan menghemat sekitar 40 Triliun per tahun.

"PNS dikurangi 30% dalam 2 tahun ke depan; mulai es 1,2,3 & staf. Kementrian dimerge bisa berkurang min. 4 sd 5 Kementrian. Pemerintah bisa hemat min. Rp 40T/ tahun. Berkurang orang berkurang anggaran program2 yg tidak esensial. Sehingga Infrastruktur penting tetap bisa tetap jalan," ujarnya.

"Tentu saja pemberhentian/ Rasionalisasi PNS disertai Golden Handshake .. pesangon sisa gaji sd pensiun + tunkin .. dulu pernah coba hitung lulusan SMA saja bisa dapat pesangon kurang lebih Rp 250 jt .. busa cukup untk modal usaha 👍," tambah bu Susi.