Demi Dukungan Jokowi

Demi Dukungan Jokowi

Selama Jokowi masih menjadi presiden, peluang Gibran Rakabuming Raka untuk memenangi pemilihan gubernur sangat tinggi.

Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka berpotensi untuk dicalonkan oleh PDI Perjuangan (PDIP) dalam pemilihan Gubernur Jawa Tengah atau DKI Jakarta pada 2024. Sebab, dukungan bagi putra sulung Presiden Joko Widodo itu terus mengalir, baik dari elite partai maupun masyarakat umum. Gibran dianggap pantas untuk mencalonkan diri sebagai gubernur setelah dia sukses merebut kursi Wali Kota Surakarta pada pilkada 2020.

“Setelah dari kota atau kabupaten, kader-kader yang mumpuni diberi kesempatan naik jadi gubernur,” kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDIP Eriko Sotarduga dalam diskusi bertema "Batu Loncatan Gibran di Kontestasi Pilgub 2024" di Jakarta Selatan, Sabtu, 25 Juni lalu. “Kenaikan itu terlihat nyata, khusus Gibran, apa yang salah?”

Eriko mengatakan, lewat figur Jokowi, PDIP pernah membuktikan berhasil mendorong kader untuk memenangi pemilihan wali kota, gubernur, hingga presiden. Meski saat ini Gibran belum menyatakan bakal maju dalam pemilihan gubernur 2024, namanya sudah sering disebut-sebut oleh mayoritas kader di Jakarta. “Ini nanti tinggal ketua umum (PDIP) memutuskan gimana,” ujar dia. “Intinya, partai kami memberi kesempatan seluas-luasnya bagi kader untuk menapak tempat lebih tinggi.”

Sejarawan sekaligus eks anggota tim sukses Jokowi, Eko Sulistyo, menilai peluang Gibran untuk maju sebagai gubernur, baik untuk Jawa Tengah maupun DKI Jakarta, memang terbuka lebar. Apalagi, jika menengok ke belakang, saat maju dalam pemilihan Wali Kota Solo 2020, Gibran mendapat dukungan Partai Gerindra. Sedangkan dalam pilgub DKI Jakarta, PDIP juga memiliki kenangan manis masa lalu dengan Gerindra, yakni ketika sama-sama mengusung pasangan Jokowi-Ahok dalam Pilgub DKI Jakarta 2012.

Dari sisi kinerja, Eko juga menilai Gibran sudah memiliki modal. Misalnya saja, berdasarkan catatan Bank Indonesia, capaian akselerasi pertumbuhan ekonomi di Solo pada 2021 mencapai 4,01 persen. Angka itu melampaui capaian nasional di angka 3,86 persen dan Jawa Tengah di angka 3,36 persen. “Tapi menurut saya, dia akan (memilih) konsentrasi dan menyelesaikan masa tugas di Solo,” kata Eko.

Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti justru curiga dengan munculnya nama Gibran untuk pilgub 2024. Sebab, secara logika, PDIP seharusnya lebih banyak bicara soal pilpres ketimbang pilkada. “Saya kira ada sejumlah kemungkinan terkait pengajuan Gibran untuk pilgub,” kata Ray. “Bisa saja ini untuk menunjukkan bahwa lingkup internal PDIP tidak ada masalah.”

Ray menyebutkan, sebelum nama Gibran muncul, sempat ada isu soal hubungan PDIP dengan Jokowi yang merenggang. Kerenggangan itu terjadi karena ada indikasi Jokowi mendukung Ganjar Pranowo untuk maju dalam Pilpres 2024. Dengan mengusung Gibran untuk pilgub, kata dia, Jokowi akan bertahan di PDIP, sehingga partai secara konsisten mendapat dukungan dari para pendukung Jokowi. “PDIP masih butuh wibawa Jokowi,” ujar Ray.

Ray berpendapat, jika melihat sejumlah hasil survei, Jokowi dan Ganjar saat ini justru menjadi figur utama di PDIP. Karena itu, jika Jokowi memilih pindah ke partai lain, PDIP belum tentu mampu mengamankan 25 persen suara.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin, berpendapat bahwa Gibran berpeluang besar untuk memenangi pemilihan Gubernur Jawa Tengah atau DKI Jakarta. “Selama Jokowi masih jadi presiden, peluang menang Gibran tinggi,” kata dia.

(Sumber: Koran TEMPO, 27-6-2022)