Belajar dari Holywings

Belajar dari Holywings:
Jangan Pernah SETIA pada Perusahaan Tempatmu Bekerja

Oleh: Jonru Ginting

Judul di atas sebenarnya agak menyesatkan. Oleh karena itu, simak sampai selesai agar paham, ya.

Yuk kita mulai dari kasus Hollywings yang sedang viral. Kasusnya seperti apa, tak perlu lagi saya ceritakan, karena semua sudah tahu.

Manajemen atau pemilik Hollywings menyikapi kemarahan umat Islam dengan cara meminta maaf, dan membiarkan staf marketing mereka berurusan dengan polisi. Intinya, manajemen dan owner Hollywings bebas dari jeratan hukum.

Seperti inilah gambaran nyata dari perusahaan tempatmu bekerja. Sebenarnya mereka tidak mencintaimu. Mereka hanya membutuhkan tenagamu.

Selama kamu bekerja dengan baik, mereka memberi balasan berupa gaji yang cukup, fasilitas yang memadai, dan seterusnya. Semua akan baik-baik saja selama kamu dan perusahaan tersebut juga baik-baik saja.

Tapi jika misalnya kamu sakit sehingga tidak bisa lagi bekerja, maka mereka dengan sangat mudah membuangmu, melupakanmu, lalu mencari penggantimu.

Atau jika perusahaan terancam bangkrut, mereka akan dengan sangat mudahnya mem-PHK-mu. Mereka tidak akan peduli seperti apa nasibmu setelah itu.

Atau seperti kasus Hollywings: Mereka akan dengan sangat mudah mengorbankanmu jika perusahaan terkena kasus hukum.

Dengan fakta ini, apakah kamu masih dengan bodohnya SETIA pada perusahaan tempatmu bekerja???

"Lho, tapi salah satu perjanjian yang harus saya sepakati ketika diterima bekerja adalah 'setia pada perusahaan'. Gimana dong?"

Begini, Bro. SETIA yang dimaksud pada perjanjian seperti itu adalah:

(1) Kamu harus menjaga rahasia perusahaan.

(2) Kamu tidak boleh menjelek-jelekkan perusahaan tempatmu bekerja.

(3) Kamu tidak boleh mengerjakan aktivitas nonpekerjaan selama masih jam kerja. Karena ini termasuk korupsi waktu.

(4) Walau bukan staf public relation (PR), namun kamu harus bisa bersikap seperti "Orang PR" terhadap perusahaan tempatmu bekerja. Kamu harus menjaga citra dan nama baik perusahaan tersebut.

(5) Dan sebagainya.

Itulah definisi yang benar untuk "setia pada perusahaan".

Konsep "setia pada perusahaan" tidak sama dengan "setia pada pasangan". Ini yang harus kamu pahami.

Jadi jika misalnya sambil bekerja kamu sekaligus mengembangkan potensi diri, maka justru kamu harus melakukan itu.

Terutama bagi kamu yang ingin MENGUBAH NASIB. Terutama bagi kamu yang sudah bosan jadi karyawan.

"Potensi apa yang harus dikembangkan?"

Ya bisa hobi, passion, keahlian tertentu yang tidak terpakai di tempat kerja, dan sebagainya. Siapa tahu, suatu saat nanti hal-hal tersebut bisa menjadi SUMBER PENGHASILAN UTAMAMU.

* * *

Robert T Kiyosaki pernah berkata, bahwa yang membuat kita jadi kaya bukanlah uang. Yang membuat kita kaya adalah ASET. Dan ASET hanya bisa dibangun lewat BISNIS.

Jadi bila kamu sudah bosan jadi karyawan, maka mulailah berbisnis. Carilah bisnis yang modalnya kecil, dan bisa dikerjakan paruh waktu. Agar kamu bisa menjalankannya di luar jam kerja.

Selama masih jadi karyawan, hasil dari bisnis tersebut diperlakukan sebagai CADANGAN PENGHASILAN saja.

Lalu jika merasa sudah siap, kamu bisa DENGAN TENANG resign dari pekerjaan, dan full time menjalankan bisnis tersebut.

* * *

BAYANGKAN jika selama jadi karyawan, kamu terlalu fokus mengabdi untuk perusahaan, tapi lupa mengembangkan potensi diri. Maka jika suatu saat nanti harus keluar dari perusahaan tersebut, yang bisa kamu lakukan hanya mencari lowongan kerja di tempat lain. Begitu terus sampai usiamu tua, dan tak bisa lagi bekerja.

Sampai kapan kamu mau hidup seperti itu?

Jika kamu merasa lebih cocok jadi karyawan ketimbang pebisnis, ya dipersilahkan. Lanjutkan saja, jika itu yang membuatmu bahagia.

Namun jika kamu sudah bosan jadi karyawan, ingin berwirausaha tapi belum tahu bagaimana cara memulainya, maka pertimbangkanlah untuk mulai mengembangkan potensi diri.

Kamu bisa mempertimbangkan untuk gabung bisnis PT BEST. Karena:

1. Modalnya sangat kecil.

2. Resiko hampir tidak ada.

3. Produk-produknya sangat laris.

4. Sangat cocok untuk pemula, karena mudah dijalankan, bahkan ada bimbingannya.

5. Bisa dijalankan oleh siapapun, termasuk para karyawan, buruh pabrik, dan sebagainya.

Wah, asyik banget, ya?

Siapa yang Tertarik untuk GABUNG dengan PT BEST?

Jakarta, 29 Juni 2022

Jonru Ginting
Penulis adalah:
✔️ Social Media Influencer
✔️ Leader Nasional PT BEST Corp Syariah
✔️ Coach Bisnis yang telah membina lebih dari 400 pebisnis