Aktivis 98: Hanya di Republik Ini Presiden Statusnya Jadi Petugas Partai, Edan Gak Tuh!

[PORTAL-ISLAM.ID]  Dosen (staf pengajar) Fakultas Hukum Universitas Pajajaran, Indra Perwira, menyindir Jokowi dan Megawati pakai kata edan soal Presiden Jokowi hanya sekedar petugas partai.
Hal itu disampaikan Indra Perwira yang mengaku heran seorang Presiden Jokowi tidak lebih dari sekadar pekerja atau petugas partai saja di Indonesia ini.

“Edan nggak di sebuah republik kita yang besar ini, seorang presiden itu statusnya tidak lebih dari sekadar pekerja partai. Edan nggak loh,” ujar Indra, Minggu siang (26/6).


Indra mengungkapkan hal itu saat hadiri acara diskusi publik yang diselenggarakan oleh Komite Peduli Indonesia (KPI) dan DPD RI berjudul “Koalisi Rakyat untuk Poros Perubahan” di Ballroom Masjid Agung Trans Studio, Bandung, Jawa Barat, maupun melalui virtual.

“Hal itu berbeda jauh dengan rezim pemerintahan saat ini yang merupakan petugas partai,” katanya.

Padahal kata Indra, Presiden Soekarno yang merupakan orang tua dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, pernah menyatakan bahwa loyalitasnya kepada partai berhenti ketika melaksanakan kepentingan nasional.

“Itu Bapaknya Megawati yang ngomong. Sekarang yang ngomong Megawati, presiden ku cuma pekerja partai,” pungkas Indra.

Dalam acara ini, juga dihadiri oleh Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti yang memberikan pidato kebangsaan.

Selain itu, juga dihadiri oleh Ketua KPI, Tito Roesbandi yang juga memberikan sambutan.

Dan kemudian dilanjutkan dengan acara diskusi dengan menghadirkan lima narasumber lainnya, yaitu Direktur Eksekutif Sabang-Merauke Circle Syahganda Nainggolan, Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Mohammad Jumhur Hidayat.

Kemudian Pendiri Forum Komunikasi Patriot Peduli Bangsa (FKP2B) Mayjen TNI Purn Deddy S Budiman; Sekretaris Jenderal Syarikat Islam, Ferry Joko Juliantono; dan Pemerhati Kebangsaan Muhammad Rizal Fadillah.(ral/rmol/pojoksatu)