2024 JOKOWI TAMAT, Tinggal Pilih Mau Turun Secara Terhormat, Atau Melawan Kehendak Rakyat

2024 JOKOWI TAMAT

Mahasiswa bersama rakyat telah membuktikan bahwa omongan Luhut Binsar Pandjaitan, yang menyebut rakyat menginginkan Jokowi 3 periode atau diperpanjang masa jabatannya, adalah omong kosong belaka! 

Luhut punya big data konon. Nyatanya mahasiswa dan rakyat turun ke jalan menyampaikan penolakannya! 

Kenapa rakyat tetap turun setelah Jokowi memberikan pernyataan bahwa ia tidak mau 3 periode, tak mau diperpanjang masa jabatannya? 

Karena rakyat sudah tidak percaya padanya. Sudah jamak diketahui, bahwa Jokowi ini seringkali berbeda, apa yang diucapkan dan apa yang dilakukan. 

Banyaknya ketidaksesuaian antara omongan Jokowi dan yang dilakukan, bisa jadi karena memang dasarnya adalah karakter pribadi, atau karena ia tidak berdaya menghadapi orang-orang yang men-drive dirinya selama ini. 

Kita harus tetap waspada, jangan lengah. Sebab walau Jokowi ngomong tidak mau, tapi kenyataannya terus membiarkan LBP dan lainnya --bahkan memobilisasi kepala desa-- mengkampanyekan tiga periode dan atau perpanjangan masa jabatan presiden. 

Sebenarnya yang menginginkan Jokowi tetap jadi presiden itu adalah LBP sendiri, beserta orang-orang yang menangguk keuntungan besar di bawah lemahnya kepemimpinan Jokowi. 

Jokowi sangat rapuh, lha wong menyuruh menterinya saja untuk menahan laju harga minyak goreng, dia tidak mampu. 

Jokowi lemah, karena kadang/sering keinginannya ternyata tidak digubris menteri-menterinya atau pembantunya yang lain. 

Jokowi seakan adalah presiden formalitas belaka. Di luar dirinya seperti ada orang-orang yang mengontrol dalam semua keputusannya. Orang-orang ini bahkan tak jarang saling berbeda di antara mereka. 

Jokowi telah dinyatakan secara tegas oleh Megawati, bahwa ia tak lebih hanyalah seorang petugas partai! 

Karena itu, tak ada alasan logis apapun gagasan Jokowi 3 periode atau perpanjang masa jabatannya. Apalagi hal tersebut jelas melanggar konstitusi! 

Terlepas apapun dinamika yang terjadi pada aksi 11 April kemarin, mulai beralihnya sasaran demo dari Istana ke Gedung DPR, hingga bonyoknya Ade Armando, yang pasti tuntutan mahasiswa dan rakyat sudah tersampaikan: Tolak gagasan 3 periode dan perpanjangan jabatan presiden, beserta tuntutan-tuntutan lainnya. 

Inti dari aksi itu adalah tersampaikannya pesan. Berikutnya kita lihat, apakah Jokowi bersama menteri-menterinya dan partai-partai pendukungnya serius atau tidak memperhatikan tuntutan itu? 

Sebab kalau tidak, itu artinya Jokowi telah dengan sengaja menabuh genderang perang melawan rakyat! 

Kita tidak ingin Jokowi mengalami nasib seperti Pak Harto, yang diturunkan paksa. Pak Harto dulu terlalu percaya Harmoko, jangan pula Pak Jokowi terlalu percaya Luhut. 

Sudahlah, mari bersama kita kawal konstitusi: Presiden Jokowi mengakhiri masa jabatannya pada Tahun 2024 mendatang dengan damai dan elegan. 

(By Abrar Rifai)