1500 Jenasah Tentara Rusia Masih Remaja Terbaring di Lemari Es Dnipro Ukraina

[PORTAL-ISLAM.ID]  Sejak Rusia memulai serangan militer skala besar di Ukraina Kamis (24/2/2022) sampai saat ini sudah memasuki 7 minggu. Rusia menyerang Ukraina dalam apa yang ditakutkan menjadi awal perang di Eropa atas tuntutan Rusia untuk mengakhiri ekspansi NATO ke arah timur.

Saat ini Wakil Walikota Dnipro, Ukraina, Mykhailo Lysenko meminta kepada ibu-ibu 1500 tentara Rusia untuk mengambil mayat anak mereka yang sampai saat ini terbaring di dalam lemari es kamar mayat Kota Dnipro.

Saat wawancara dengan Nastoyaschee Vremya, Lysenko menyebutkan bahwa lebih dari 1.500 tentara Rusia tewas di Ukraina sejak mereka menginvasi 24 Februari 2022 lalu.

"Sekarang ada lebih dari satu setengah ribu tentara Rusia yang tewas di kamar mayat Dnipro, yang tidak ingin diambil siapa pun. Mereka terbaring di lemari es," katanya.

"Kami berharap beberapa ibu Rusia dapat datang dan menjemput putra mereka, yang mereka besarkan sepanjang hidup mereka. Kami sudah memiliki empat lemari es yang penuh dengan mayat tentara Rusia. Tidak peduli apa, ini adalah anak-anak seseorang," tambahnya.

"Mereka dibesarkan oleh ibu mereka, mereka mencintai mereka, mereka membawanya ke sekolah pada tanggal 1 September (hari pertama sekolah di Rusia). Kami akan mengatur semua ini, jika saja mereka mengambil mayat putra-putra mereka," katanya lagi.

Dnipro (Dnipropetrovsk) adalah kota terpadat keempat di Ukraina dan terletak di tepi Sungai Dnieper, yang melintasi negara itu dari utara ke selatan.

Dalam pernyataannya, Lysenko menyebutkan, pemerintah daerah akan membantu untuk mengatur prosedur ini.

Untuk diingat bahwa pada 13 April 2022, tentara Ukraina yang berperang telah melibas setidaknya 19.800 tentara Rusia yang sebagian adalah tentara-tentara yang masih remaja.

Pada 24 Februari 2022, Presiden Rusia Vladimir Putin memulai invasi skala penuh, memulai perang. Pasukan Rusia menembaki dan menghancurkan fasilitas infrastruktur utama, meluncurkan rudal dan serangan udara di daerah pemukiman di kota-kota dan desa-desa Ukraina, menyiksa dan membunuh warga sipil. (LJ)