BUKAN HOAX: Macet dan Banjir Lebih Mudah Diatasi jika Jadi Presiden

BUKAN HOAX

24 Maret 2014, saat calon presiden telah jelas, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, permasalahan kemacetan dan banjir di Jakarta akan mudah teratasi jika dia menjadi presiden. Seorang presiden akan mudah mengatur dan memerintahkan kepala daerah di kawasan Jabodetabek untuk bekerja sama.

Itu bukan hoax. Itu 'janji'. Sengaja dikasih tanda petik kata janjinya, karena boleh jadi rakyatlah yang GR, ternyata itu bukan janji. Itu cuma kalimat ringan tok. Cuma kicauan.

Kalian lupa hal2 begini? Wajar. Bangsa Indonesia itu memang pelupa. Maka, baiklah, page Tere Liye akan merilis terus screenshot janji2 kampanye dulu. Janji tidak utang, check. Janji tidak impor pangan, check. Dstnya.

Semoga 2024 nanti literasi politik kalian lebih baik. Indonesia ini stuck. 20 tahun lebih reformasi, kita tetap begitu2 saja. Kecuali elit politik, penguasa, pengusaha, pejabat, mereka tambah kaya raya. Wong cilik sih, begitu2 saja.

Siapa sih di page ini yang pendapatan 100 juta per tahun? Kamu?

Itulah realitasnya, Kawan. 3 juta penduduk Indonesia ke Malaysia, nyari pekerjaan, karena simpel, di sana lebih baik. Di negara tetangga sebelah, pendapatan per kapitanya tinggi, dengan harga2 murah pula.

Ayo, mulailah kritis. Politisi itu takut jika rakyatnya kritis. Takut tdk menang parpolnya. Takut tdk terpilih. Bukan malah kamu mau saja ditipu. Mau kan jika Indonesia ini UMP/UMR nya 15 juta per bulan? Harga minyak goreng 8000 per liter. BBM murah, listrik murah, semua murah. Dan jaminan hari tua? Tenang, sudah diurus pemerintah, tanpa perlu sibuk iuran lagi.

Mau tidak?

Kalau mau. Maka mulailah tinggalkan mengidolakan habis2an politisi. Termasuk kamu2 fans Gubernur Jakarta, fans gubernur Jateng, dll. Ayo, jadilah rakyat yg kritis. Bukan dikit2 baper, dikit2 marah saat idola kamu dikritik. Bayangkan, cuma dikasih screenshot janji2, eh kamu marah. Kalau kamu mau marah, maka marahlah ke yg berjanji.

2024 nanti, dijamin, jualan kecap akan semakin menggila! Pastikan kalian tdk tertipu botol kecapnya. Dan jika kalian memang mau mendukung botol kecap tertentu, pastikan kalian terdepan besok2 mengingatkan janjinya. Bukan kamu jilatin terus itu botolnya.

(By Tere Liye)