Animal Defender Indonesia Respons Kejadian Yang Menimpa Habib Bahar: Teror Kepala Anjing Tindakan Biadab

[PORTAL-ISLAM.ID]  Pihak Habib Bahar bin Smith menyindir pencinta hewan Animal Defender Indonesia yang tak bersuara saat ada teror tiga kepala anjing di Pondok Pesantren (Ponpes) Tajul Alawiyin, Bogor, milik Habib Bahar terjadi. Animal Defender Indonesia merespons.

Awalnya, anggota tim advokasi Habib Bahar, Aziz Yanuar, menyinggung Animal Defender yang tak menjadikan teror tiga kepala anjing itu sebagai isu besar. Aziz mendesak Animal Defender bersuara lebih keras.

"Bahwa pihak pencinta hewan dan Animal Defender harusnya menjadikan ini sebagai isu besar oleh karena beberapa waktu lalu saat di Aceh ada anjing satu ditangkap Satpol PP dan mati dijadikan isu nasional," ujar Aziz dalam keterangannya, Sabtu (1/1/2022).

"Dan kejadian di Ponpes HBS (Habib Bahar Smith) ini terdapat tiga anjing dipenggal sadis, maka sudah sepatutnya pencinta hewan dan Animal Defender bersuara lebih keras," sambungnya.

Pendiri Animal Defender Indonesia, Doni Herdaru, pun merespons sindiran pihak Habib Bahar. Menjadikan hewan sebagai alat teror adalah suatu tindakan yang biadab.

"Tidak boleh gunakan cara-cara biadab seperti ini. Kami akan angkat suara juga. Pola-pola yang menggunakan hewan sebagai alat teror jelas sesuatu tindakan biadab," kata Doni saat dihubungi terpisah, seperti dilansir detikcom.

Doni menjelaskan Animal Defender Indonesia tidak akan pernah mendukung bentuk teror seperti itu. Menurutnya, teror dengan kepala anjing itu tidak boleh terulang lagi.

"Kami kepada siapa pun tidak support cara-cara biadab seperti kirim kepala anjing untuk teror kepada siapa pun, itu biadab dan harus dihentikan," ucapnya.

Meski demikian, Doni meminta pihak Habib Bahar menyerahkan bukti-bukti mengenai teror kepala anjing ini. Pasalnya, kata Doni, sudah banyak laporan yang tidak valid masuk ke Animal Defender Indonesia.

"Sudah banyak di lapangan yang kami terima bahwa banyak-banyak juga laporan yang kurang valid. Oleh karena itu, kami perlu mempunyai dasar bukti yang cukup yang didasarkan oleh pihak-pihak yang keberatan dari pihak Bahar Smith," imbuh Doni.

Sebelumnya, Ponpes Tajul Alawiyyin, Bogor, milik Habib Bahar bin Smith diteror dengan dilempari tiga kepala anjing. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (31/12) pukul 03.00 WIB.

Pos penjaga Ponpes Tajul Alawiyyin melihat ada plastik hitam dan dus yang dilempar oleh seseorang dengan menggunakan sepeda motor. Setelah dibuka, plastik itu berisi tiga kepala anjing. Dus itu dikirim oleh orang tak dikenal.[detik]

[VIDEO - Bukti Teror Kepala Anjing]