Halo Pak Luhut dan Pak Erick, Hari Ini Saya Nyumbang PCR

Halo Pak Luhut dan Pak Erick, Hari Ini Saya Nyumbang PCR

By Asyari Usman

Saat ini sedang di ruang tunggu bandara Kualanamo, Deli Serdang. Mau ke Jakarta. 

Sekadar kasih ‘polite notice’ kepada Pak Luhut BP dan Pak Erick Thohir bahwa saya kemarin bikin tes PCR. Kena 275 ribu, Pak.

Saya enggak tau apakah saya memperkaya para pebisnis PCR atau tidak. Wallahu a’lam. Dan saya juga enggak bilang siapa-siapa saja yang mengantungi laba dari bisnis PCR.

Saya sebut nama Ente berdua di tulisan ini hanya karena hiruk-pikuk bisnis PCR belum lama berselang membawa nama sampeyan berdua. Jadi, jangan salah sangka pulak kepada saya. Saya cuma katakan, saya menyumbang ke bisnis PCR. 

Pak Luhut dan Erick, kebetulan Ente berdua pejabat tinggi pemerintah. Saya ingin mengatakan bahwa PCR 275 ribu itu berat sekali rasanya. Apalagi masa berlakunya hanya tiga (3) hari, Bro. Nanti waktu mau balik ke kampung, tampaknya saya akan ambil tes lagi. Karena hasil negatif tes PCR kemarin (9/12/2021) akan berlaku sampai 12/12/2021. Kalau saya naik kapal terbang lagi pada tanggal 14, berarti harus ambil tes lagi.

Kenapa masa berlakunya tidak dipanjangkan saja seperti masa berlaku tes antigen tahun lalu? Saya ingat, hasil negatif antigen sepanjang 2020 berlaku 14 hari atau 12 hari kalau tak salah ingat. Padahal, sepanjang 2020 itu jumlah kasus Covid terbilang rata-rata tinggi.

Sekarang, seperti Pak Luhut katakan sendiri, tingkat penularan rendah. Di bawah 400 per hari. Tidak lagi ribuan atau belasan ribu. Tentu wajar diperpanjang masa berlaku hasil negatif PCR.

Syukur sekali kalau harga tes PCR bisa dipermurah, Pak. Ok Pak Luhut dan Pak Erick. Ini mau naik pesawat. Sorry ya kalau ada yang tak berkenan di hati.

(10/12/2021)