Pak Dudung, APA ARTI NYAWA YANG TELAH PERGI?

APA ARTI NYAWA YANG TELAH PERGI?

👉OPM pernah membunuh 31 pekerja bangunan jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, tewas dengan berondongan peluru.

👉OPM membunuh 3 orang di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, tahun 2019.

👉8 orang TNI, 2 orang Polri, dan masyarakat 10 orang adalah jumlah korban yang dibunuh OPM sepanjang tahun 2019.

👉Tahun 2021 ini OPM menembaki para pekerja PT. Seremoni di Kabupaten Yahukimo yang menyebabkan empat orang meninggal dunia dan satu orang terluka.

👉September 2021, OPM menyerang Pos Koramil di Kampung Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat. Akibat serangan dari anggota OPM, empat anggota TNI tewas dan satu orang mengalami luka tembak.

👉April 2021, OPM membunuh 2 orang guru dan 1 orang masyarakat sipil di Kampung Eromaga, Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, Papua.

👉Mei 2021, OPM membunuh 2 prajurit TNI di Yahukimo, Papua.

👉Agustus 2021, OPM membunuh dua pekerja PT IndoPapua di Sungai Brazza, Yahukimo, Papua.

👉Akhir September 2021, OPM menembak mati 17 anggota TNI/Polri. OPM menguasai Bandara Sugapa Intan Jaya sehingga 17 jenazah anggota TNI/Polri tersebut belum bisa dievakuasi.

👉November 2021, seorang Prajurit TNI tewas di tembak OPM dan satu prajurit terluka setelah mereka di berondong peluru ketika belanja kebutuhan sehari-hari.

Daftar diatas hanya sebagian kecil kekejaman OPM yang bukan hanya menyasar aparat TNI/Polri saja, tapi sudah menyasar membunuhi masyarakat sipil asli pribumi maupun pendatang.

Dengan fakta ini, KSAD baru berpidato agar jangan memusuhi OPM.

Semoga keluarga tabah dan menerima atas keterangan KSAD pilihan Jokowi, dalam menilai OPM.

Apa yang KSAD katakan adalah bentuk sejatinya penanganan kasua OPM di Papua. 

Publik mungkin bertanya, "Tunggu apa lagi? Bukankah OPM sudah dilabeli teroris saat ini? Kenapa tidak ada aksi penyergapan oleh personil TNI/Polri?"

Sebelum dilabeli Teroris, OPM memang tidak bisa langsung ditindak oleh TNI/polri. Mereka masih dianggap sipil bersenjata. Menindak OPM dengan label sipil bersenjata, bisa membuat Indonesia di embargo oleh negara-negara dunia, karena menggunakan kekuatan militer dalam menindak masyarakatnya.

Ada 2 cara untuk menindak OPM.

1. Berlakukan Daerah Operasi Militer (DOM) di Papua dengan UU khusus.
2. Memberi label teroris pada OPM.

Memberlakukan DOM tidak menjadi opsi pemerintahan Jokowi, mengingat Papua pernah alami hal itu dan banyak kecaman dari Luar negeri atas korban-korban sipil yang terjadi. Berlakukan DOM juga akan membuat situasi Papua menjadi rawan dan bisa melepas Papua dari indonesia.

Memberi label Teroris sebenarnya langkah tepat, karena bisa membuat TNI/Polri menindak dengan pemberlakuan UU teroris. Namun sayangnya, pemberian Label teroris tidak membawa sikap penindakan lebih lanjut.

Masih separuh hati, ada yang ditakutkan pemerintahan Jokowi ketika penindakan tegas diambil dengan mengirim personil terbaik dengan kekuatan militer terhebatnya.

Dan Puncaknya, pernyataan KSAD Baru atas OPM yang memperjelas bagaimana langkah pemerintah dalam memerangi OPM.

Esok apabila ada berita kematian aparat TNI/Polri dan masyarakat sipil atas kekejaman OPM, anggap saja itu bunga-bunga yang berguguran menunggu mentari pagi bersinar terang. Kematian anak bangsa hanya dianggap sebuah resiko kecil yang tak berharga.

Miris ketika KSAD malah memperlemah perjuangan negara melawan teroris.

Papua memang berharga, tapi jangan gini juga caranya. Hendaknya ada ketegasan dari pimpinan aparat ketika anggotanya mati tertembus peluru. 1 nyawa prajurit itu sangat berhara bagi negara dan keluarganya. Jangan remehkan nyawa mereka..

Jiwa korsa KSAD benar-benar dipertanyakan ketika mau merangkul Teroris yang telah membunuh banyak jiwa. Urusan merangkul itu pasti akan terjadi, namun sikap utama seorang pemimpin seharusnya memerangi aksi terorisme. Jika mereka menyerahkan diri, baru pernyataan merangkul bisa dibunyikan.

Ketika mereka malah terus menantang dan terus membunuhi anak bangsa, apakah rangkulan yang kita sodorkan?

Hadapkan moncong senjatamu jendral..!!

Jangan jadi pengecut dengan perkataanmu. Telah banyak yang gugur disana, dan mereka pun berharap kau bisa membasmi mereka, membalas kematian setiap nyawa. Sampai akhirnya mereka mengakui NKRI dan berlutut dihadapan merah putih.

Sad...😥

(Setiawan Budi)

Baca juga :